Jakarta, VIVA – Para produsen tahu bersiap untuk menaikkan harga jual produknya di pasaran. Hal itu karena tingginya harga jual kedelai impor, salah satunya di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat ini yang mencapai Rp10.700 per kilogram, belum diikuti kenaikan harga jual tahu
Salah satu produsen tahu di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Nur Rosyiddi mengungkapkan, mereka belum menaikkan harga karena masih menunggu respon pasar sambil menunggu perkembangan harga jual kedelai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sejak sebelum Lebaran harga jual kedelai memang naik bertahap, dari semula Rp9.500 per kilogram hingga hari ini (7/4) melonjak menjadi Rp10.700/kg," kata Nur di Kudus, Selasa, 7 April 2026.
Dengan kenaikan harga bahan baku kedelai tersebut, dia mengakui, mengalami penurunan keuntungan hingga 30-an persen. Namun, sepanjang masih ada keuntungan akan tetap bertahan, ketika produsen lain juga belum ada yang menaikkan harga jualnya di pasaran.
"Jika kenaikan harga jual tahu tidak bersamaan, salah satu produsen bisa kehilangan pelanggan karena beralih ke produsen tahu lain yang harganya masih stabil," ujarnya.
Seiring persaingan yang semakin ketat, kapasitas produksi tempat usahanya semakin menurun karena sebelumnya bisa mencapai 1 ton kedelai per hari, kini hanya 3 kuintal kedelai per harinya.
Untuk harga jual tahu per papan sebesar Rp35.000, sedangkan untuk eceran yang berukuran sedang dijual Rp1.000 per buah dan ukuran besar Rp1.200 per buah. Sedangkan produksinya untuk tahu berukuran sedang bisa mencapai 2.400 buah, sedangkan ukuran besar sekitar 1.000 buah, selebihnya tahu cetakan papan. Selain dijual di pasar lokal Kudus, tahu hasil produksinya juga dijual hingga pasar Demak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf membenarkan adanya kenaikan harga jual kedelai impor, saat ini dijual Rp10.500/kg. "Kenaikan harga jual kedelai impor bertahap, sejak sebelum Lebaran harga jualnya berkisar Rp10.000-an," ujarnya.
Informasi yang berkembang, kenaikan harga jual kedelai impor tersebut dipicu adanya perang antara Amerika dan Israel yang menyerang Iran, sehingga berdampak pada biaya transportasi pada komoditas impor tersebut. Meskipun demikian, dia menjamin, stok masih aman karena di gudang tersedia 60 ton. Sedangkan permintaan setiap harinya berkisar 10-20 ton.
Halaman Selanjutnya
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus Sonhaji membenarkan adanya kenaikan harga jual kedelai impor. "Untuk stok di pasaran masih relatif aman, sehingga pengusaha tahu maupun tempe di Kudus tidak perlu khawatir," ujarnya.

2 weeks ago
10



























