Puan Desak Pemerintah Evaluasi Penugasan TNI di Wilayah Konflik

4 days ago 3

Rabu, 22 April 2026 - 00:32 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi terkait penugasan prajurit TNI di wilayah konflik.

Hal itu disampaikan Puan usai tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian bersama UNIFIL di Lebanon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemerintah hendaknya melakukan evaluasi terhadap penugasan prajurit TNI dalam wilayah konflik," kata Puan dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Rabu, 22 April 2026.

Evaluasi tersebut, kata Puan, harus mencakup kejelasan misi, mandat, kesiapan operasional hingga perlindungan maksimal.

Puan menegaskan, perlindungan maksimal kepada prajurit TNI harus sesuai dengan standar praktik internasional.

Dalam kesempatan itu, Puan juga menyampaikan ucapan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon yakni Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.

Dia mendorong agar investigasi terkait gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon ini dilakukan secara kredibel dan transparan demi mengungkap fakta secara objektif.

Sebelumnya diberitakan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap sejumlah temuan awal investigasi terkait insiden 29 dan 30 Maret yang merenggut nyawa tiga anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL, kata Juru Bicara PBB Stephanie Dujarric.

Jubir mengatakan terkait insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi PBB 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe.

"Perlu diingat bahwa, untuk mengurangi risiko terhadap personel PBB, UNIFIL kembali telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 Maret dan 22 Maret," kata Dujarric dalam siaran pers Pusat Informasi PBB di Indonesia, Rabu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, terkait insiden 30 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak, serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama, ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban (tripwire).

"Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah," katanya.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, insiden yang telah menyebabkan Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon gugur itu, telah disampaikan kepada pemerintah Indonesia, Lebanon serta Israel.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |