Sabtu, 4 April 2026 - 17:00 WIB
Washington, VIVA - Qatar menolak permintaan Amerika Serikat (AS) yang mau Qatar jadi mediator utama dalam potensi kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat dan mediator, Jumat, 3 April 2026.
Media itu juga melaporkan bahwa upaya sejumlah negara di kawasan untuk mendorong gencatan senjata antara Amerika dan Iran telah menemui jalan buntu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran telah menginformasikan kepada para mediator bahwa pihaknya tidak bersedia bertemu dengan pejabat Amerika di Pakistan dalam waktu dekat, karena menilai tuntutan Washington tidak dapat diterima, menurut laporan media tersebut.
Kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdosipour, menyatakan kepada RIA Novosti pada Jumat bahwa Iran hanya akan menyetujui penghentian perang secara keseluruhan dan menolak opsi gencatan senjata sementara.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Rabu, 1 April 2026, membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran telah meminta gencatan senjata.
Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika yang berada Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut turut memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, hingga berdampak pada kenaikan harga energi dunia. (Ant)
Jembatan Kebangaan Iran Hancur Dihantam Serangan Udara AS, 13 Orang Tewas
Serangan gabungan Amerika-Israel menghantam jembatan utama yang berada di jalan raya Provinsi Alborz, Iran utara, pada Kamis pagi. Jembatan itu belum resmi digunakan
VIVA.co.id
4 April 2026

1 day ago
4











