Jakarta, VIVA – Pertanyaan tentang mana yang harus didahulukan antara qurban atau aqiqah sering muncul di tengah masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Banyak orang merasa bingung ketika memiliki keterbatasan biaya atau hanya mampu menyediakan satu hewan untuk disembelih. Menanggapi hal ini, pendakwah ternama, Buya Yahya, memberikan penjelasan yang cukup rinci mengenai prioritas ibadah tersebut.
Menurut Buya Yahya, kebingungan soal qurban dan aqiqah sebenarnya muncul karena kurang memahami dasar hukum keduanya. Ia menegaskan bahwa dalam banyak kasus, kedua ibadah ini tidak saling bertabrakan, sehingga tidak perlu dipertentangkan secara berlebihan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam penjelasannya, ia mengatakan bahwa kondisi yang benar-benar membutuhkan pilihan biasanya terjadi ketika seseorang memiliki anak yang baru lahir di bulan haji, sementara ia hanya memiliki satu kambing. Pada situasi seperti itulah muncul pertanyaan tentang prioritas ibadah.
“Maka yang didahulukan adalah qurban juga. Itu pun yang didahulukan qurban. Kenapa? Karena kuatnya kesunahan qurban,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube-nya pada Jumat, 17 April 2026.
Selain kekuatan hukumnya, Buya Yahya juga menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan qurban sangat terbatas. Qurban hanya dapat dilakukan pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik, yaitu beberapa hari setelahnya. Sementara itu, aqiqah memiliki waktu yang jauh lebih panjang.
Ia menjelaskan bahwa aqiqah dapat dilakukan sejak anak lahir hingga mencapai usia balig. Jika tidak mampu melaksanakannya pada hari-hari awal kelahiran, orang tua masih memiliki kesempatan untuk melakukannya di kemudian hari.
Dalam kesempatan yang sama, Buya Yahya juga meluruskan kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat, terutama bagi orang dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya. Ia menegaskan bahwa aqiqah bukan tanggung jawab anak, melainkan tanggung jawab orang tua.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Aqiqah itu bukan urusanmu. Aqiqahmu urusan bapakmu. Kamu ngurusi aqiqah anakmu. Terus, ya urusanmu urusan qurban yang sunah atasmu,” ujarnya lagi.
Buya Yahya juga menambahkan bahwa jika seseorang memiliki lebih dari satu kambing, maka tidak ada masalah untuk melaksanakan qurban dan aqiqah secara bersamaan. Namun jika hanya memiliki satu kambing, maka qurban sebaiknya diprioritaskan terlebih dahulu.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, ia menekankan bahwa mayoritas ulama berpendapat bahwa qurban dan aqiqah merupakan dua ibadah yang berdiri sendiri. Artinya, satu hewan umumnya tidak bisa diniatkan untuk dua ibadah sekaligus, meskipun ada sebagian pendapat ulama yang memperbolehkannya.

1 week ago
8



























