Ramai Dugaan Riset Palsu di Forum Internasional, Sosok Terduga Pelaku Minta Maaf

7 hours ago 1

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:00 WIB

VIVA –Pengguna media social tengah dihebohkan dengan skandal dugaan pemalsuan dan fabrikasi riset oleh sejumlah warga negara Indonesia di Konferensi Internasional Pnemonia and Pneumococcal Disease (ISPPD) 2026. Tiga orang tersebut diduga melakukan tindakan tersebut demi mendapatkan dana hibah dari ajang yang mereka ikuti.

Di tengah ramainya kasus tersebut, sosok yang diduga bernama Rifaldy Fajar yang dikaitkan dalam kasus tersebut sempat menyampaikan klarifikasi sealogus permintaan maaf. Unggahan yang diduga dibuat Rifaldy dan sejumlah peneliti yang namanya ikut terseret dalam kasus tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan segala kerendahan hati, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak ataas polemic dan kegaduhan yang terjadi terkaait aktivitas konferensi internasional yang kami lakukan. Kami memohon maaf bahwa partsipasi kami dalam konferensi memang bertujuan untuk memperoleh travel grand sekaligus kesempatan untuk bepergian ke luar negeri," demikian bunyi permintaan maaf yang diduga dibuat Rifaldy seperti dikutip ari akun X @tegnell dikutip Kamis 28 Mei 2026.

Dalam pernyataannya, pihak terkait juga meminta maaf karena sejumlah riset yang dibuat diduga menggunakan AI secara berlebihan dan disertai fabrikasi data agar terlihat meyakinkan.

"Kami juga memohon maaf bahwa dalam beberapa abstrak dan presentasi terdapat penggunaan AI ecara berlebihan dan tidak semestinya termasuk kombinasi falsifying AI dalam proses penyusunan, framing, dan representaasi penelitian. Hal tersebut membuat beberapa karya kami tidak disusun dengan standar transparansi akademik yang seharusnya. Kami memohon maaf atas kurangnya pemahaman dan etika kami dalam menjalankan aktivitas penelitian dan akademik" lanjut pernyataan itu.

Dalam pernyataan tersebut juga pihaknya meminta maaf kepada institusi yang dicantumkan tanpa izin maupun keterlibatan resmi dari institusi terkait.

"Terait afiliasi, kami memohon maaf bahwa beberapa institusi dicantumkan tanpa izin maupun keterlibatan resmi dari institusi terkait. Kesalahan tersebut sepenuhnya berasal dari pihak kami," demikian bunyi permintaan maaf yang ramai di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kronologi Kasus

Sebelumnya kasus ini ramai diperbincangkan pada awal pekan ini setelah akun Instagram Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat mengunggah unggahan mereka. 

Halaman Selanjutnya

“Merusak nama Indonesia di mata dunia. Skandal pemalsuan di konferensi Internasional. Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir di depan ribuan ilmuan dunia. Hal ini terungkap di sebuah konferensi ilmiah ISPPD 2026, sebuah konferensi ilmiah bergengsi untuk ahli pneumonia di seluruh dunia yang tahun ini diadakan di Kopenhagen, Denmark,” demikian bunyi unggahan tersebut dikutip Kamis 28 Mei 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |