Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:44 WIB
Ceuta, VIVA – Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengonfirmasi kematian terhadap setidaknya 100 imigran yang berusaha memasuki kota enklave Spanyol yang terletak di Afrika Utara tersebut.
Pada Rabu 5 Agustus, stasiun radio Cadena SER melaporkan sedikitnya 141 migran tewas saat berusaha memasuki Ceuta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya ingin sekali lagi menyampaikan rasa terima kasih kami dan, atas nama seluruh warga Ceuta, saya tekankan dua hal. Pertama, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang tak tidak dapat dikendalikan akibat sekitar 100 korban jiwa karena gelombang besar krisis migrasi ini," kata Vivas pada Kamis 6 Agustus 2026.
Aparat Keamanan Spanyol Berjaga saat Imigran Maroko tiba di Pesisir Ceuta
Photo :
- Anadolu Agency/Marcos Moreno
Poin kedua yang ingin ditekankan Vivas adalah keyakinannya terhadap kemampuan lembaga-lembaga Eropa untuk membantu Spanyol dalam mengatasi krisis tersebut.
Pada akhir Juli lalu, Ceuta, yang terletak di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko, menghadapi gelombang besar kedatangan imigran.
Menurut Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Spanyol, sekitar 72.000 orang memasuki kota tersebut dan sekitar 70.000 di antaranya kemudian kembali ke Maroko. (Ant)
Trump Syaratkan Deposit hingga Rp 4,46 Miliar untuk Calon Imigran Dapatkan Visa AS
Syarat tersebut ditetapkan untuk memastikan pemohon visa memiliki dana yang cukup untuk mendukung dirinya selama di AS dan tidak mengandalkan bantuan dari pajak
VIVA.co.id
6 Agustus 2026

3 hours ago
3




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295770/original/019030800_1783944385-20260713_094007.jpg)