Rupiah Melemah ke Rp 17.931 Seiring Sorotan Lembaga Internasional soal Reformasi Pasar Modal RI

3 hours ago 3

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.919 pada Kamis, Agustus 2026. Posisi rupiah itu menguat 18 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.937 pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 7 Agustus 2026 hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.931 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.923 per dolar AS.

Bisakah Rupiah Indonesia Bertahan dari Guncangan Harga Minyak Akibat Konflik Iran dan Apa Artinya bagi Pasangan Forex MT

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pertumbuhan PDB kuartal II-2026 sebesar 5,29 persen (yoy) lebih lambat dibandingkan 5,61 persen di kuartal I-2026.

"Namun tetap melampaui proyeksi, sehingga menjadikan pertumbuhan semester I-2026 mencapai sebesar 5,45 persen," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Kemudian, perhatian pelaku pasar pada Agustus tidak hanya tertuju pada hasil peninjauan indeks MSCI, namun juga menantikan pengumuman  FTSE Russell periode 10-14 Agustus 2026. Hal itu terkait status pembekuan (freeze) Indonesia yang diperkirakan menjadi salah satu katalis penting bagi pasar saham dalam waktu dekat. 

Walaupun reformasi yang telah dilakukan regulator, dalam hal ini OJK, telah menjadi perkembangan positif, namun itu belum menjamin perubahan sikap FTSE maupun MSCI dalam waktu dekat. Sementara itu, MSCI diperkirakan baru menyampaikan evaluasi lanjutan atas tuntutan reformasi pasar modal Indonesia menjelang akhir Oktober 2026. 

Sedangkan, MSCI mengumumkan hasil peninjauan indeks kuartalan pada 13 Agustus 2026. Perubahan tersebut akan mulai berlaku pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Karenanya, arah kebijakan penyedia indeks global masih sulit diprediksi, sehingga berpotensi menjadi sentimen yang membayangi pergerakan pasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Besarnya pengaruh keputusan penyedia indeks global juga tercermin dari dana pasif yang mereka kelola. Aset kelolaan pasif atau passive assets under management (AUM) indeks MSCI mencapai sekitar US$5 miliar, atau setara Rp 89,98 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.995 per dolar AS.

Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan FTSE Russell, yang memiliki passive AUM sekitar US$1,5—US$2 miliar atau setara Rp 26,99—Rp 35,99 triliun.

Halaman Selanjutnya

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.920-Rp 17.970," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |