Sebut Upaya Pendalaman Pasar Modal Belum Optimal, Purbaya: Mungkin Cangkulnya Salah

5 hours ago 2

Senin, 27 April 2026 - 13:32 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengakui, upaya pendalaman pasar modal yang sampai saat ini kerap digembor-gemborkan, nyatanya belum tercapai secara optimal.

Dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana, Purbaya mengatakan bahwa upaya pendalaman pasar modal ini sebenarnya merupakan wacana yang sudah didengarnya sejak tahun 2000 silam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya udah dengar istilah pendalaman pasar modal ini sejak tahun 2000. Tapi sampai sekarang enggak dalam-dalam," kata Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia bahkan beranggapan bahwa strategi pendalaman pasar modal yang digunakan sebagai 'cangkul' untuk melakukan upaya tersebut, selama ini salah pakai.

"Mungkin kita pakai cangkul yang salah, digali enggak dalam-dalam tuh," ujarnya.

Purbaya memastikan bahwa dari sisi pemerintah, sejumlah upaya telah dilakukan guna mendorong sektor pasar modal supaya bisa lebih berkontribusi dan memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Hal itu dilakukan seiring dengan langkah pemerintah, yang menurutnya juga telah mendesain pertumbuhan ekonomi supaya bisa tumbuh lebih cepat dan semakin membaik dari waktu ke waktu.

"Pemerintah sendiri sudah mempersiapkan fondasi ekonomi yang baik, yang terus membaik dari waktu ke waktu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, pendalaman pasar modal merupakan upaya untuk memperluas dan memperkuat struktur pasar modal, melalui berbagai langkah seperti misalnya meningkatkan jumlah investor atau bahkan instrumen investasi.

Tujuannya yakni untuk meningkatkan likuiditas dan membuat pasar lebih likuid, perdagangan saham lebih transaparan, serta mendiversifikasi instrumen, guna menarik minat investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi.

Deputi Kemenko PM, Abdul Haris

Kemenko PM Dorong Transformasi Industri Bambu Selaawi Sebagai Penggerak Ekonomi Perdesaan

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat pembangunan Kawasan Perdesaan Prioritas sejalan dengan arah RPJMN periode 2025-2029.

img_title

VIVA.co.id

27 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |