Selain Pemakzulan, Senat AS Kini Tekan Pembatasan Wewenang Perang Trump

4 days ago 3

Selasa, 21 April 2026 - 16:00 WIB

VIVA –Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer berjanji akan melaksanakan pemungutan suara setiap minggu di Kongres. Hal ini dilakukan Schumner demi disahkannya sebuah resolusi untuk membatasi kewenangan perang Presiden Donald Trump dan mengakhiri perang dengan Iran yang telah berlangsung selama 50 hari.

Dalam pidatonya Senin 20 April waktu setempat, Schumer mengecam keras perang tanpa alasan yang dilancarkan Trump ke Iran serta cara pemerintahannya dalam menangani konflik tersebut. Pemimpin Kaukus Demokrat di Senat ini juga menegaskan akan terus meningkatkan tekanan di Kongres dengan mengajukan suara berulang terkait resolusi pembatasan kewenangan preang presiden meski sebelumnya upaya tersebut selalu gagal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Besok, Partai Republik di Senat akan memaksakan pemungutan suara kelima untuk resolusi kewenangan perang ini. Kami akan terus memaksakan pemungutan suara setiap minggu selama perang ini berlanjut,” tegasnya seperti dikutip dari laman presstv.ir, Selasa 21 April 2026.

Pernyataan itu disampaikan sekitar seminggu setelah Senat AS menolak resolusi Demokrat untuk membatasi kemampuan Trump melanjutkan operasi militer terhadap Iran tanpa persetujuan resmi Kongres.

Schumer juga menilai Trump terus menunjukkan dirinya tidak memiliki rencana untuk mengakhiri perang yang dipilihnya dan kini merusak, serta menyebut arah kebijakan pemerintah semakin tidak jelas.

Sebagai informasi, AS dan Israel melakukan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu. Akibat perang ini, pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas.

Menyusul serangan tersebut, Militer Iran meluncurkan 100 gelombang serangan balasan dengan menggunakan ratusan rudal balistik dan hipersonik serta serangan drone ke berbagai target strategis Amerika dan Israel di kawasan.

Sementara itu, pada 8 April lalu AS dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata dua minggu. Namun, sayangnya perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran di Islamabad pada 11 April gagal mencapai kesepakatan karena tuntutan yang dinilai berlebihan dan perubahan sikap dari delegasi Amerika yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, Schumer juga meragukan keberhasilan rencana kunjungan Vance ke Pakistan pada Selasa untuk putaran baru pembicaraan dengan Iran.

“Belum jelas apakah Iran bahkan akan setuju untuk bertemu dengannya, apalagi membuka Selat (Hormuz) di hari ke-51 perang ini,” kata Schumer.

Halaman Selanjutnya

Dia menambahkan bahwa pemerintahan saat ini masih belum memiliki strategi yang jelas maupun rencana keluar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |