Semarang Punya Destinasi Baru: Masuk Sekali, Susah Balik ke Realita

10 hours ago 2

Minggu, 5 April 2026 - 09:00 WIB

Semarang, VIVA – Semarang tampaknya akan kedatangan satu destinasi menginap baru yang tidak sekadar menawarkan kenyamanan, tetapi juga pengalaman menyelami sejarah.

Dijadwalkan buka pada kuartal ketiga 2026, KoenoKoeni Hotel Semarang hadir sebagai hotel bergaya small luxury dengan pendekatan yang cukup unik: menggabungkan warisan Tionghoa–Jawa ke dalam setiap sudut ruangnya. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan sekadar tempat bermalam, hotel ini dirancang seperti “portal menuju masa lalu”—sebuah konsep yang mengajak tamu merasakan perjalanan lintas waktu sejak pertama kali melangkah masuk.

Dari Pintu Masuk, Pengalaman Sudah Dimulai

Alih-alih desain hotel modern yang seragam, KoenoKoeni justru menonjolkan pengalaman ruang yang bertahap dan emosional.

Tamu akan disambut pintu masuk megah dengan langit-langit tinggi dan dinding melengkung, menciptakan kesan dramatis sekaligus membangun rasa penasaran. Nuansa ini berlanjut ke area lobi yang memadukan bata merah, plafon kayu hangat, dan lantai marmer kuarsa putih—kombinasi yang terasa klasik namun tetap relevan dengan selera masa kini.

Desain ini digarap oleh Studio Air Putih, yang menginterpretasikan identitas Semarang sebagai kota dengan sejarah panjang percampuran budaya.

Warisan yang Tidak Sekadar Dipajang

Yang membuat hotel ini menarik bagi penikmat travel berbasis pengalaman adalah cara mereka menghadirkan sejarah.

Warisan Tionghoa–Jawa tidak hanya hadir sebagai dekorasi, tetapi menjadi bagian dari narasi ruang. Di restoran, misalnya, detail kolom dan aksen biru-putih terinspirasi dari porselen klasik Tiongkok. Sementara di kamar, pendekatannya lebih halus melalui penggunaan kayu terang dan karya seni kurasi.

Puluhan artefak dan barang antik dari koleksi pribadi pendiri juga akan ditempatkan di berbagai sudut, mulai dari lobi hingga ruang makan. Kehadiran objek-objek ini memberi kesempatan bagi tamu untuk “berdialog” dengan sejarah, bukan sekadar melihatnya.

Alur Ruang yang Mengajak “Berjalan Pelan”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak seperti hotel pada umumnya, KoenoKoeni dirancang dengan alur yang mengalir—dari ruang terbuka ke area yang lebih intim.

Perubahan tinggi langit-langit, tekstur material, hingga pencahayaan dibuat untuk menciptakan ritme perjalanan. Salah satu elemen ikoniknya adalah tangga spiral megah, serta sky lounge bar yang berada di bawah atap bergaya kolonial Jawa—perpaduan arsitektur Eropa dengan adaptasi iklim tropis.

Halaman Selanjutnya

Konsep ini membuat pengalaman menginap terasa lebih personal, seolah setiap sudut memiliki cerita yang ingin disampaikan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |