Sinergikan Keuangan Syariah-Sektor Riil, Literasi dan Inklusi Harus Diperluas ke Wilayah Desa

3 weeks ago 10

Kamis, 2 April 2026 - 15:04 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono mengatakan, sektor keuangan syariah dan sektor riil bakal tumbuh berdampingan dan saling menguatkan.

Karenanya, saat memberikan sambutan di acara penutupan Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026, Ferry menekankan perlunya pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah agar diperluas sampai ke level desa-desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penguatan keuangan syariah pada periode ini tidak bisa dilepaskan dari penguatan sektor riil, karena sebenarnya di kegiatan itulah keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan," kata Ferry di Gedung BI, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

"Misalnya antara aktivitas ekonomi riil baik itu UMKM, industri halal, maupun usaha produktif yang lainnya yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Ferry berharap bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (kopdes) Merah Putih yang sudah puluhan ribu terbangun saat ini, bisa menjadi bagian dari ekosistem pengembangan literasi dan pengembangan sektor riil dari MES.

Dengan pendekatan yang terintegrasi antara literasi, inklusi pembiayaan dan penguatan sektor riil, pihaknya optimis bahwa kopdes akan menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi syariah yang berkelanjutan

“Kalau perlu kami prioritaskan seluruh produk-produk UMKM yang ada di daerah-daerah akan kita prioritaskan untuk mengisi gerai-gerai yang ada di koperasi-koperasi desa yang salah satu aktivitasnya adalah retail yang akan dikelola secara modern yang jumlahnya puluhan ribu,” kata Ferry.

Karena itu, Dia mengatakan bahwa kementeriannya akan mendorong program kurasi, inkubasi, dan pembiayaan bagi produk-produk UMKM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“UMKM di seluruh daerah yang enggak usah takut produknya enggak laku, karena pasti kami jamin itu akan kita prioritaskan dijual di gerai-gerai atau rak-rak yang ada di koperasi-koperasi desa kelurahan merah putih. Ini juga akan menumbuhkan perilaku yang semula dari masyarakat kita yang hanya jadi konsumen, sekarang bisa berkembang menjadi produsen,” ujar Ferry.

“Banyak produk-produk yang sebenarnya sangat baik yang ada di daerah-daerah yang kalau kemarin agak kesulitan masuk jual ke retail-retail, sekarang kita buka kesempatannya akan kita prioritaskan bagi produk-produk lokal yang ada,” ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Jadi Modal Besar Bagi RI, Bos OJK: Total Aset Industri Keuangan Syariah Rp 3.100 Triliun

Kiki melaporkan, aspek keuangan syariah RI saat ini berada di peringkat 6 dari posisi 10 besar di dunia, untuk aspek bank syariah, asuransi syariah, sukuk & dana sosial.

img_title

VIVA.co.id

2 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |