Nabire, VIVA - Jabatan Kapolres Dogiyai dirotasi. Hal tersebut tertuang dalam Surat Perintah Kapolda Papua Tengah Nomor Sprin/295/IV/KEP./2026.
Polda Papua Tengah menyebut hal itu sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah, di tengah dinamika keamanan yang terjadi di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Bidang Humas Polda Papua Tengah, Ajun Komisaris Besar Polisi I Made Suartika mengungkap, pergantian itu adalah bagian dari evaluasi organisasi guna meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.
“Pergantian ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi organisasi, sekaligus untuk memenuhi harapan masyarakat agar situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Dogiyai dapat berjalan lebih optimal,” kata dia, Kamis, 9 April 2026.
Adapun jabatan Kapolres Dogiyai yang sebelumnya dijabat Komisaris Polisi Y Mince Mayor, kini digantikan Ajun Komisaris Besar Polisi Denis A. Putra sebagai pelaksana tugas (Plt) Kapolres Dogiyai.
AKBP Denis sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah. Yang bersangkutan diharap bisa menjalankan tugas serta menjawab berbagai tantangan di lapangan, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Dogiyai.
Perihal informasi adanya korban sipil akibat konflik di Dogiyai, Suartika mengatakan hingga kini masih dilakukan pendalaman oleh Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri bersama tim dari Polda Papua Tengah guna memastikan kebenaran data tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait informasi korban yang beredar,” ujar dia.
Pihaknya meminta masyarakat supaya tetap tenang, serta tam mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung langkah kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Dukungan masyarakat sangat penting agar situasi kamtibmas di Kabupaten Dogiyai tetap aman dan kondusif,” katanya lagi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk diketahui, kondisi keamanan di Kabupaten Dogiyai dilaporkan sempat memanas sejak 31 Maret 2026. Hal tersebut dipicu oleh meninggalnya seorang anggota Polres Dogiyai berinisial JE (24) di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu.
Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat benda tajam di bagian leher hingga kepala belakang serta luka pada jari tangan kanan. Insiden tersebut diduga memicu konflik yang meluas antara masyarakat dan aparat kepolisian di wilayah tersebut. (Ant)
Sadis Banget! Seorang Ibu Dibunuh, Dibakar, Lalu Dimutilasi Anak Gara-gara Tak Dikasih Uang Judol
Motif di balik pembunuhan seorang anak yang memutilasi ibunya di Sumatera Selatan, terkuak. Usut punya usut, hal tersebut dipicu keinginan pelaku untuk bermain judol.
VIVA.co.id
9 April 2026

2 weeks ago
8



























