VIVA – Pelatih Arne Slot akhirnya buka suara usai Liverpool takluk 0-2 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA. Salah satu keputusan yang paling disorot adalah tidak dimainkannya Mohamed Salah sepanjang pertandingan.
Bermain di Parc des Princes, The Reds benar-benar berada di bawah tekanan. Gol dari Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia membuat Liverpool pulang dengan kekalahan tanpa balas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam situasi tersebut, Slot mengungkap alasan di balik keputusannya menyimpan Salah di bangku cadangan. Menurutnya, kondisi tim saat itu lebih fokus untuk bertahan daripada menyerang.
“Di bagian akhir pertandingan, itu lebih tentang bertahan daripada kami punya peluang untuk mencetak gol,” kata Slot.
Meski banyak yang mempertanyakan keputusan tersebut, Slot menilai langkah itu diambil demi kepentingan jangka panjang tim, termasuk menjaga kebugaran pemain kunci jelang leg kedua di Anfield.
“Anda tidak pernah tahu, musim lalu kami mencetak gol lima menit sebelum akhir melalui Harvey Elliott ketika saya menarik keluar Mo. Kami bertahan di kotak penalti selama 20-25 menit, jadi saya pikir lebih baik menyimpan energinya untuk pertandingan-pertandingan berikutnya dalam beberapa minggu ke depan.”
Slot juga mengakui bahwa dominasi PSG membuat Liverpool kesulitan keluar dari tekanan. Bahkan, ia menyebut timnya seperti berada dalam mode bertahan sepanjang laga.
“Anda mungkin berpikir bisa bermain lebih baik jika menekan mereka tinggi dan memaksa kesalahan. Tapi kami berada dalam mode bertahan di sebagian besar pertandingan. Bahkan mungkin di fase musim ini kami memang sedang dalam mode bertahan.”
Ia menambahkan, menghadapi tim dengan kualitas seperti PSG bukan perkara mudah, apalagi dengan kecepatan para pemainnya di semua lini.
“Kami mencoba mencari cara agar kualitas mereka tidak terlalu terlihat, tapi itu sangat sulit dilakukan melawan tim seperti ini.”
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam laga tersebut, Slot juga menerapkan skema lima bek untuk pertama kalinya bersama skuad senior Liverpool. Strategi ini dipilih untuk meredam ancaman kecepatan pemain PSG, terutama dari sisi sayap.
“Mereka punya kecepatan di semua lini, luar biasa cepat. (Achraf) Hakimi dan Nuno Mendes adalah ancaman luar biasa selain pemain lainnya, jadi kami mencoba mengantisipasi itu.”
Halaman Selanjutnya
Namun, strategi tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Slot mengakui bahwa setiap kali timnya mencoba menekan, justru PSG mampu membongkar pertahanan Liverpool dengan mudah.

2 weeks ago
9



























