Stok LPG Tembus 10 Hari, Bahlil Sebut Pasokan Energi RI Aman

2 weeks ago 8

Rabu, 8 April 2026 - 23:31 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia, pemerintah menegaskan bahwa kondisi ketahanan energi nasional berada dalam posisi yang relatif aman dan terkendali. 

Hal ini disampaikan dalam rapat kerja pemerintah yang dipimpin langsung oleh Presiden dan dihadiri sejumlah menteri terkait sektor ekonomi, energi, dan infrastruktur strategis. Pemerintah juga menyoroti langkah diversifikasi pasokan energi sebagai strategi utama menjaga stabilitas nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia telah memperkuat ketahanan energi melalui berbagai sumber pasokan dari sejumlah negara mitra. Salah satu fokus utama adalah penguatan cadangan LPG dan pengalihan sumber impor energi dari berbagai kawasan di luar Timur Tengah.

"Masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," ujarnya pada Rabu, 8 April 2026.

"Sebentar lagi kapal kita masuk dan solar tidak kita lakukan impor. Yang kita lakukan itu tinggal bensin aja," sambungnya. 

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi bergantung sepenuhnya pada satu kawasan tertentu dalam pemenuhan kebutuhan energi, khususnya minyak mentah. Pemerintah telah memperluas sumber impor ke berbagai negara sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi nasional.

"Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude... kita kan enggak pernah impor BBM (jadi). Dari Timur Tengah yang ada itu tinggal crude-nya saja sekitar 20 sampai 25 persen dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika, dan beberapa negara lain. Jadi kita insya Allah sudah clear lah, insya Allah aman ya," ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi kebijakan jangka panjang, pemerintah juga menegaskan pentingnya transisi energi serta penguatan cadangan strategis nasional untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi dalam jangka menengah hingga panjang. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden memberikan arahan agar ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap dikurangi.

"Yang dimaksud beliau (Presiden) soal cadangan satu tahun adalah bagaimana kita menjamin suplai bahan bakar kita sampai di akhir tahun atau dalam satu tahun ke depan itu aman dulu dari sisi suplai. Sambil secara paralel, kita berharap bisa kita percepat untuk memastikan bahwa kita mulai harus berpindah ketergantungan kita dari energi berbahan baku fosil menuju energi baru terbarukan."

Halaman Selanjutnya

Secara keseluruhan, pemerintah menilai kombinasi antara diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan LPG, serta kebijakan transisi energi menjadi fondasi dalam menjaga ketahanan energi RI ke depan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |