Jakarta, VIVA – Perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Strategy Inc., berkomitmen tetap melanjutkan pembelian Bitcoin. Pernyataan ini terungkap saat korporasi pemegang Bitcoin terbesar di dunia ini mengalami kerugian fantastis akibat penurunan harga aset emas digital ini.
Berdasarkan dokumen resmi hingga tanggal 6 April 2026, Strategy membeli sebanyak 4.871 Bitcoin pada periode 1–5 April 2026. Nilai transaksi sekitar US$329,9 juta atau setara Rp5,6 triliun (estimasi kurs Rp 17.010 per dolar AS) dengan rata-rata harga pembelian berada di kisaran US$67.718 per koin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hingga saat ini, total kepemilikan perusahaan Michael Saylor mencapai 766.970 Bitcoin atau sekitar 3,65 persen dari total suplai Bitcoin global yang dibatasi sebanyak 21 juta koin di dunia. Nilai akumulasi pembelian sekitar US$58,02 miliar dan harga rata-rata US$75.644 per koin.
Di balik cadangan jumbo ini, Saylor merugi sebesar US$14,46 miliar atau sekitar Rp 246, triiun hingga kuartal I-2026. Kerugian disebabkan koreksi lebih dari 20 persen selama tiga bulan pertama tahun ini serta adopsi metode akuntansi nilai wajar (fair-value accounting) yag membuat fluktuasi harga langsung tercermin dalam laba rugi.
Bitcoin. (FOTO: Unsplash/Aleksi Raisa)
Melansir The Street pada Rabu, 8 April 2026, perusahaan yang terdaftar di Nasdaq dengan kode MSTR menargetkan penguasaan Bitcoin hingga 5–7 persen dari total suplai global. Strategi ini membuat kinerja Strategy semakin bergantung pada pergerakan harga aset kripto ke depan.
Untuk mendanai pembelian Bitcoin, Strategy terus mengandalkan penerbitan saham melalui skema at-the-market (ATM). Dalam periode akhir Maret hingga awal April, perusahaan berhasil menghimpun dana sekitar US$473,9 juta dari penjualan saham.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Manajemen Strategy secara eksplisit digunakan untuk menambah kepemilikan Bitcoin yang menunjukkan fokus perusahaan pada ekspansi aset kripto meski di tengah tekanan pasar.
Saat ini, harga aset digital paling berharga di dunia ini melesat sekitar 5 persen hingga menyentuh puncak harian di kisaran US$72.753 atau sekitar Rp 1,22 miliar. Lonjakan ini terjadi dalam hitungan jam setelah pengumuan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Strategy Boncos Rp246 Triliun saat Bitcoin Naik 5 Persen
Strategy masih boncos Rp246 triliun di kuartal I-2026 meski harga Bitcoin naik 5 persen. Penurunan tajam sebelumnya dan akuntansi nilai wajar tekan kinerja perusahaan.
VIVA.co.id
8 April 2026

2 weeks ago
13



























