Jakarta, VIVA – Perusahaan perangkat teknologi perangkat lunak, Strategy Inc (MSTR), menggebrak pasar kripto setelah memborong Bitcoin senilai sekitar US$2,54 miliar atau sekitar Rp 43,5 triliun (estimasi kurs Rp 17.140 per dolar AS). Berdasarkan dokumen regulasi, aksi serok yang dilakukan oleh perusahaan milik Michael Saylor sebagai pembelian tunggal terbesar dalam sejarah.
Mengutip dari Bitcoin Magazine, pembelian ini menambahkan 34.164 Bitcoin ke perbendaharaan cadangan perusahaan. Akuisisi dilakukan dengan harga rata-rata US$74.395 atau sekitar Rp 1,27 miliar per Bitcoin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan tambahan ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 815.061 BTC. Jumlah ini semakin meneguhkan perusahaan Saylor sebagai korporasi publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.
Langkah agresif ini membuat Strategy melampaui BlackRock yang sebelumnya memegang sekitar 802.823 BTC yang sebagian besar melalui produk ETF berbasis bitcoin. Aksi tersebut sekaligus memperkuat dominasi Strategy di pasar kripto global.
Cadangan Bitcoin Milik Strategy
Saylor selaku Chairman Eksekutif Strategy telah memberi sinyal sebelum melakukan transaksi. Secara keseluruhan, Strategy telah menggelontorkan sekitar US$61,56 miliar untuk mengakumulasi bitcoin dengan harga rata-rata US$75.527 per koin. Dengan harga bitcoin yang saat ini berada di kisaran US$75.000, posisi perusahaan relatif berada di titik impas setelah volatilitas pasar.
Pendanaan untuk pembelian besar ini berasal dari kombinasi penerbitan saham dan penjualan saham preferen. Strategy berhasil menghimpun sekitar US$366 juta dari penjualan saham biasa dan US$2,18 miliar dari instrumen saham preferen bertajuk STRC.
Instrumen STRC menjadi tulang punggung pembiayaan terbaru. Produk ini menawarkan imbal hasil tahunan sekitar 11,5 persen dengan skema dividen variabel. Perusahaan bahkan berencana meningkatkan frekuensi pembayaran dividen dari bulanan menjadi dua kali sebulan guna menarik investor yang mengincar arus kas lebih rutin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Langkah ini mencerminkan strategi Strategy untuk terus memperkuat kapasitas pendanaan demi ekspansi akumulasi bitcoin hingga tahun 2027. Saat ini, kepemilikan perusahaan telah mewakili lebih dari 3,8 persen dari total suplai bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.
Meski demikian, pasar merespons aksi ini dengan hati-hati. Saham Strategy terpantau merosot sekitar 2,5 persen pada perdagangan pra-pasar yang mengindikasikan sensitivitas investor terhadap volatilitas harga bitcoin dan ketergantungan perusahaan pada pendanaan eksternal.
Michael Saylor Panen Cuan! Saham Strategy Melesat Usai Bitcoin Tembus Rp1,3 Miliar
Michael Saylor untung besar setelah Bitcoin tembus Rp1,3 miliar yang mendorong saham Strategy melonjak tajam seiring reli kripto, didorong sentimen positif pasar global.
VIVA.co.id
20 April 2026

4 days ago
7



























