Survei: Publik Israel Kecewa, Netanyahu Dinilai Gagal Mengalahkan Iran Secara Tuntas

1 week ago 6

Rabu, 15 April 2026 - 11:00 WIB

VIVA –Banyak warga Israel tidak setuju dengan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan pekan lalu. Menurut hasil jajak pendapat, banyak dari mereka juga yakin bahwa perang bisa terjadi lagi di masa depan.

Pandangan ini sejalan dengan penilaian para analis. Mereka melihat bahwa sebelumnya para pemimpin Israel sempat menjanjikan akan ada konfrontasi besar terakhir dengan Iran. Namun, pada kenyataannya, konflik tersebut berakhir tanpa berhasil menjatuhkan pemerintahan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman Al Jazeerah, Rabu 15 April 2026, menurut hasil survey yang dirilis oleh Institut Studi Keamanan Nasional Israel (INSS) Minggu kemarin sebanyak 61 persen responden meyatakan menolak gencatan senjata tersebut. Kesepakatan itu sendiri diumumkan hanya 90 menit sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Selasa di mana ia sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipil Iran.

Selain itu, 73 persen responden percaya bahwa pertempuran dengan Iran akan kembali pecah dalam waktu satu tahun ke depan. Sementara itu 69 persen responden juga menyatakan dukungan untuk kelanjutan operasi militer di Lebanon terlepas dari adanya pembicaraan antara Lebanon dan Israel yang dimulai di AS Selasa ini.

Banyak warga Israel sebelumnya berharap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan benar-benar menepati janjinya untuk mengakhiri apa yang selama ini ia sebut sebagai ancaman eksistensial dari Iran. Namun perang yang dilancarkan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari belum berhasil mewujudkan tujuan tersebut meskipun telah menimbulkan banyak korban jiwa dan beban ekonomi yang terus meningkat.

Sebaliknya, justru tercapai gencatan senjata selama dua minggu yang kabarnya dinegosiasikan tanpa keterlibatan Israel dan negara Iran tetap bertahan, meskipun dalam kondisi terpukul. Persenjataan rudal balistik Teheran masih sebagian utuh, dan jangkauan strategisnya bahkan diduga semakin luas, terutama melalui kendalinya atas Selat Hormuz yang sangat penting secara ekonomi.

“Netanyahu tampaknya terlalu melebih-lebihkan apa yang bisa dicapai lewat perang seperti menjatuhkan rezim dan menghancurkan sepenuhnya program nuklir serta rudal balistik Iran, hal-hal yang pada kenyataannya tidak tercapai,” ujar konsultan politik, peneliti opini publik, dan jurnalis Amerika-Israel, Dahlia Scheindlin.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, salah satu masalah utama bagi Netanyahu adalah sikapnya selama ini yang secara terbuka menolak jalur negosiasi dengan Iran. Ia kerap menentang berbagai kesepakatan sebelumnya yang bertujuan membatasi program nuklir Iran sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi, pendekatan yang kini justru sedang dipertimbangkan oleh Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |