Tak Mau Disalahkan, Trump Tuding Iran Dalang Lonjakan Harga Minyak Dunia

3 weeks ago 9

Kamis, 2 April 2026 - 14:00 WIB

VIVA –Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak 28 Februari memicu lonjakan harga minyak dunia. Ketegangan yang meningkat membuat banyak kapal tanker menghindari jalur tersebut, sehingga biaya pengiriman ikut naik. Dampaknya, pasokan energi global terganggu dan memicu tekanan inflasi, termasuk risiko kenaikan harga BBM.

Langkah Iran menutup Selat Hormuz disebut sebagai respons atas serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah lonjakan harga minyak ini, Presiden Donald Trump menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kenaikan tersebut.

“Kenaikan jangka pendek ini sepenuhnya disebabkan oleh rezim Iran yang melancarkan serangan teror tidak masuk akal terhadap kapal tanker minyak komersial di negara-negara tetangga yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan konflik. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Iran tidak pernah bisa dipercaya memiliki senjata nuklir,” kata Trump dalam press briefieng terbaru di Gedung Putih Rabu waktu setempat seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Kamis 2 April 2026.

Trump mengakui bahwa warga Amerika saat ini harus membayar lebih mahal untuk membeli bensin, tetapi ia menegaskan bahwa dampak ekonomi tersebut hanya bersifat sementara.

“Banyak warga Amerika khawatir melihat kenaikan harga bensin belakangan ini di dalam negeri,” ujarnya.

Sebagai informasi, rata-rata harga bensin pekan ini melampaui 4 dolar AS per galon (3,8 liter), yang merupakan level tertinggi sejak 2022.

Bahkan siang ini, harga minyak mentah dunia kembali naik lebih dari 4 USD setelah Trump menyatakan Washington akan terus menyerang Iran selama beberapa pekan ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik US$4,88 atau 4,8 persen menjadi US$106,04 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$4,17 atau 4,2 persen menjadi US$104,29 per barel. Padahal, sebelum pernyataan Trump yang akan terus menyerang Iran, harga minyak dunia berdasarkan dua tolok ukur tersebut tersebut sempat turun lebih dari US$1 per barel.

Untuk diketahui, meski Amerika Serikat sebagai salah satu produsen energi besar relatif mandiri dalam hal pasokan minyak, gangguan distribusi tetap berdampak pada harga di seluruh dunia dan mendorong lonjakan harga secara global.

Halaman Selanjutnya

Namun, pada Rabu, Trump berpendapat bahwa negara-negara yang bergantung pada minyak dari kawasan Teluk seharusnya mengambil peran utama dalam menyelesaikan krisis di Selat Hormuz, meskipun AS melancarkan perang tersebut secara sepihak bersama Israel.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |