Tegaskan Nussa Rara Karya Anak Bangsa, Aditya Triantoro: Tidak Etis Dikaitkan dengan Isu Perorangan

6 hours ago 2

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:00 WIB

Jakarta, VIVA – Salah satu pendiri serial animasi Nussa Rara, Aditya Triantoro, angkat bicara mengenai polemik yang belakangan menyeret nama karya tersebut. Ia menegaskan bahwa animasi yang dikenal luas oleh anak-anak Indonesia itu merupakan hasil kerja kolektif banyak talenta kreatif Tanah Air, bukan milik satu individu.

Pernyataan itu disampaikan Adit—sapaan akrabnya—saat menjadi tamu dalam podcast Curhat Bang yang dipandu oleh Denny Sumargo. Dalam perbincangan tersebut, ia menyoroti pentingnya menghargai kerja tim yang berada di balik produksi serial animasi tersebut. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nussa adalah kreasi ratusan anak bangsa yang berbakat di Indonesia, bukan hanya satu orang, bukan hanya saya. Jadi tidak etis saja karya tersebut dikaitkan dengan isu perorangan," ujarnya, dikutip Sabtu 14 Maret 2026.

Menurutnya, keberhasilan Nussa hingga dikenal luas tidak lepas dari kontribusi banyak kreator, animator, penulis, serta tim produksi yang bekerja di balik layar. Ia menilai bahwa mengaitkan karya yang lahir dari kolaborasi besar dengan persoalan personal justru tidak menghargai usaha kolektif tersebut.

Sejak pertama kali hadir pada 2018, Nussa dikenal sebagai serial animasi yang membawa pendekatan edukatif dengan nuansa Islami. Ceritanya mengikuti keseharian tokoh anak laki-laki bernama Nussa dan adiknya, Rara, yang menjalani berbagai pengalaman sederhana namun sarat pesan moral.

Tema yang diangkat dalam setiap episode biasanya berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang dekat dengan dunia anak-anak, seperti kejujuran, sopan santun, tanggung jawab, hingga pentingnya menghargai keluarga. Pendekatan cerita yang ringan membuat serial ini mudah dipahami sekaligus relevan bagi penonton muda.

Perjalanan Nussa juga tidak lepas dari peran rumah produksi Visinema, yang kini memegang hak kekayaan intelektual dari serial tersebut. Melalui keterangan resmi yang pernah disampaikan di media sosial, pihak perusahaan menegaskan status kepemilikan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejak tahun 2023, kepemilikan dan pengelolaan IP Nussa telah secara penuh berada di bawah Visinema melalui proses akuisisi korporasi yang sah," demikian keterangan yang sebelumnya disampaikan melalui akun resmi Nussa.

Keberadaan Nussa di dunia digital juga terus berkembang. Kanal YouTube resmi serial ini kini telah mengumpulkan lebih dari 12 juta pelanggan, menjadikannya salah satu kanal animasi lokal terbesar di Indonesia. Episode-episode baru pun masih rutin dihadirkan melalui platform tersebut.

Halaman Selanjutnya

Bagi banyak keluarga Indonesia, Nussa tidak sekadar menjadi tontonan hiburan, tetapi juga media edukasi yang menyampaikan nilai-nilai positif bagi anak-anak. Karena itu, Adit berharap publik dapat melihat karya ini sebagai hasil kreativitas bersama para talenta Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |