Terungkap! Ketegangan Memuncak Sebelum Gencatan Senjata AS-Iran Disepakati

2 weeks ago 9

Rabu, 8 April 2026 - 15:40 WIB

VIVA –Setelah lebih dari sebulan terjadi saling serang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, ketiga pihak akhirnya sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Kesepakatan ini tercapai hanya 90 menit sebelum batas waktu yang ditetapkan oleh Amerika Serikat berakhir.

Di balik tercapainya gencatan senjata ini, ternyata ada banyak cerita dan proses panjang yang tidak terlihat di permukaan. Menurut laporan Axios, pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai mendorong tim perundingnya untuk mulai mengarah pada kesepakatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa dalam kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu itu, jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia akan tetap terjamin.

“Lalu lintas kapal akan tetap memungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan batasan teknis yang ada,” tulis Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di platform X dikutip dari laman NDTV, Rabu 8 April 2026. 

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada hari Selasa memuji kesepakatan gencatan senjata tersebut dan menyebutnya sebagai kemenangan bagi Amerika Serikat.

“Keberhasilan militer kami menciptakan posisi tawar yang sangat kuat, sehingga Presiden Trump dan tim dapat melakukan negosiasi yang keras, yang kini membuka jalan menuju solusi diplomatik dan perdamaian jangka panjang,” ujarnya.

Kabar ini langsung disambut antusias oleh pasar saham, yang melonjak karena harapan bahwa krisis yang telah mengguncang ekonomi global selama lebih dari sebulan akan segera berakhir.

Di Balik Layar Gencatan Senjata

Di saat Trump secara terbuka melontarkan ancaman kehancuran besar-besaran, sebenarnya ada pergerakan diplomasi yang cukup intens di balik layar.

Pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah dan para pejabat di Pentagon saat itu tengah bersiap menghadapi kemungkinan kampanye pengeboman besar terhadap infrastruktur Iran, sambil mencoba membaca arah keputusan Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Negara-negara sekutu di kawasan juga bersiap menghadapi potensi serangan balasan Iran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada hari Senin, ketika Trump sedang menghadiri perayaan Paskah di Gedung Putih, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dilaporkan sedang sibuk berkomunikasi melalui telepon dalam kondisi sangat marah.

Halaman Selanjutnya

Proposal balasan dari Iran yang berisi 10 poin, yang baru saja diterima Washington, disebutnya sebagai bencana besar, menurut laporan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |