Selasa, 7 April 2026 - 16:20 WIB
VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan sejumlah klaim yang dinilai tidak benar dan tidak didukung bukti terkait konflik Iran serta rekam jejak kebijakan luar negerinya dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan oleh media kenamaan, CNN Internasional pada hari Senin 6 April kemarin.
CNN melaporkan bahwa Trump kembali mengulang klaim lama yang sudah lama dibantah, yakni bahwa ia pernah menyerukan pembunuhan Osama bin Laden dalam sebuah buku yang ia tulis pada tahun 2000. Faktanya, buku tersebut hanya menyebut bin Laden secara sekilas. Pemimpin Al-Qaeda itu sendiri tewas dalam operasi militer AS pada tahun 2011 yang diperintahkan oleh Presiden saat itu, Barack Obama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman Anadolu Angency, Selasa 7 April 2026, Trump juga secara keliru menyatakan bahwa sebagian besar kerugian pesawat AS dalam konflik Iran disebabkan oleh tembakan dari pihak sendiri. Padahal, menurut CNN, beberapa pesawat justru ditembak jatuh oleh serangan Iran, termasuk F-15 dan A-10, sementara pesawat pengintai E-3 hancur dalam serangan terpisah.
Selain itu, ia kembali mengklaim bahwa dirinya telah mengakhiri delapan perang. CNN menyebut pernyataan ini tidak benar, karena beberapa konflik yang ia maksud bukanlah perang, atau sebenarnya tidak benar-benar berakhir.
Trump juga mengulang tuduhan tanpa bukti bahwa pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro. Dia mengklaim Maduro mengirim sejumlah besar narapidana ke Amerika Serikat. Para ahli sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
Tak hanya itu, Trump juga melebih-lebihkan jumlah pasukan AS di Korea Selatan, serta kembali menyampaikan klaim keliru bahwa mantan Wakil Presiden, Kamala Harris, tidak pernah mengunjungi perbatasan AS-Meksiko.
CNN menambahkan, beberapa pernyataan lain dari Trump juga tidak dapat diverifikasi secara independen.
Iran Klaim Sistem Kelistrikannya Tangguh Hadapi Gelombang Serangan AS
Iran memiliki salah satu sistem produksi listrik terbesar di Timur Tengah, yang sebagian besar bergantung pada pembangkit listrik tenaga termal, dengan jaringan luas
VIVA.co.id
7 April 2026

2 weeks ago
8



























