Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat ke Iran Jika Tak Penuhi Kesepakatan

2 weeks ago 12

Jumat, 10 April 2026 - 09:40 WIB

VIVA –Presiden Donald Trump memperingatkan akan adanya serangan yang lebih besar, lebih hebat, dan lebih kuat daripada yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya  jika Iran tidak mematuhi apa yang ia sebut sebagai kesepakatan sebenarnya terkait gencatan senjata.

“Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS, bersama tambahan amunisi, persenjataan, serta segala hal lain yang dianggap perlu dan sesuai untuk melanjutkan operasi penghancuran terhadap musuh yang sudah sangat melemah, akan tetap berada di dalam dan sekitar Iran sampai kesepakatan sebenarnya benar-benar dipatuhi,” katanya seperti dikutip dari laman The Times, Jumat 10 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump juga mengatakan bahwa, berbeda dengan berbagai pernyataan yang beredar, sejak lama sebenarnya sudah ada kesepakatan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan Selat Hormuz harus tetap terbuka serta aman untuk pelayaran. Ia menambahkan bahwa militer Amerika Serikat saat ini sedang bersiaga dan menunggu, bahkan disebut siap menjalankan misi berikutnya.

Meski rincian kesepakatan sebenarnya belum dipublikasikan, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pada Rabu bahwa hak Iran untuk memperkaya uranium menjadi bagian penting dari proposal 10 poin milik Iran sendiri.

Trump sebelumnya menyebut proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar yang bisa digunakan untuk bernegosiasi, meski belum jelas versi mana yang ia maksud.

Sementara itu, kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami dilaporkan mengatakan bahwa perlindungan hak Iran untuk memperkaya uranium adalah hal yang wajib dalam setiap pembicaraan gencatan senjata.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut isu pengayaan uranium sebagai garis merah yang tidak akan ditinggalkan oleh Presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Isu ini diperkirakan menjadi fokus utama dalam pertemuan antara negosiator AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance, bersama menantu Trump Jared Kushner dan utusan Timur Tengah Steve Witkoff, dengan pejabat Iran di Islamabad, Pakistan, pada hari Sabtu waktu setempat.

Peringatan terbaru dari Presiden AS ini muncul di tengah gencatan senjata rapuh selama dua minggu yang disepakati sebelum batas waktu yang ditetapkan Trump pada 7 April. Ketegangan meningkat akibat situasi di Selat Hormuz serta serangan Israel terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon.

Halaman Selanjutnya

Perselisihan Selat Hormuz jadi sumber ketegangan

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |