Selasa, 21 April 2026 - 07:26 WIB
VIVA – Presiden AS Donald Trump mengancam akan meledakkan banyak bom jika gencatan senjata dengan Iran berakhir.
Trump mengatakan delegasi AS sedang menuju Islamabad, Pakistan, untuk putaran kedua negosiasi dengan Iran—setelah putaran pertama perundingan pada 11-12 April lalu gagal menghasilkan kesepakatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Militer AS mencegat kapal kargo Iran yang hendak berlayar ke pelabuhan Iran
Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyatakan negosiasi AS-Iran akan dilanjutkan dalam 24 jam ke depan. Ia menambahkan bahwa perjanjian gencatan senjata dengan Iran, yang berakhir pada 22 April, mungkin diperpanjang.
"Banyak bom akan mulai meledak," kata Trump kepada PBS News, dikutip Selasa, 21 April 2026, ketika ditanya tentang kemungkinan tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil. Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.
Menyusul gagalnya negosiasi pertama pada 12 April di Islamabad, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, guna memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.
Iran Ingin Perang Diakhiri
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan Teheran menolak gencatan senjata yang sifatnya sementara dan berupaya mengakhiri perang di seluruh kawasan Timur Tengah.
Berbicara di sela-sela Forum Diplomasi Antalya, Jumat 17 April, Khatibzadeh mengatakan gencatan senjata apa pun harus mencakup semua zona konflik “dari Lebanon hingga Laut Merah”.
“Kami tidak menerima gencatan senjata sementara,” katanya.
Menegaskan bahwa lingkaran konflik “harus berakhir untuk selamanya”, ia mengatakan mediasi Pakistan berupaya mencapai tujuan tersebut.
Mengenai Selat Hormuz, ia mengatakan jalur maritim itu secara historis tetap terbuka dan bisa diakses, meskipun terletak dalam teritori Iran.
Khatibzadeh menuduh AS dan Israel memicu ketidakstabilan di kawasan, dan mengatakan tindakan mereka telah berdampak negatif pada perdagangan global dan perekonomian yang lebih luas.
Ledakan terjadi di kilang minyak Iran di Pulau Lavan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia mengatakan Iran tetap berkomitmen untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, tetapi menyebut bahwa pengaturan baru dapat diberlakukan mengingat pertimbangan keamanan dan masalah lingkungan.
Ia mengatakan bahwa penyelesaian permanen atas konflik tersebut akan memastikan Selat Hormuz tetap menjadi jalur yang aman untuk perdagangan global. (Ant)
Trump Diperingatkan Waspada Gejolak Politik Jika Harga Bensin di Atas 3 Dolar AS
Laporan itu menyebut para ahli mencemaskan dampak politik akan terjadi jika harga bensin menembus angka 3 dolar AS per galon. Trump wajib menyadari hal itu
VIVA.co.id
21 April 2026

5 days ago
3



























