Selasa, 21 April 2026 - 06:02 WIB
VIVA – Pemerintahan Amerika Serikat dilaporkan mencemaskan dampak politik jika harga bensin menembus angka 3 dolar AS per galon, menurut laporan Politico pada Senin yang mengutip sumber dekat Gedung Putih.
“Jika kita tidak melihat harga bensin 3 dolar per galon, kita akan terpukul,” kata sumber tersebut, seperti dikutip Politico.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan itu menyebut para ahli strategi di dalam dan sekitar pemerintahan Presiden Donald Trump menyadari bagaimana dinamika pasar energi berpotensi berkembang ketika AS memasuki musim pemilu pada musim gugur tahun ini.
Pada hari yang sama, Trump menyatakan bahwa Menteri Energi, Chris Wright, keliru saat mengatakan harga bensin di AS mungkin tidak akan turun hingga tahun depan. Ketika ditanya kapan harga akan menurun, Trump menjawab, “segera setelah ini berakhir.”
Sebelumnya pada Minggu, Wright menyampaikan bahwa harga bensin kemungkinan tidak akan kembali ke tingkat sebelum konflik Iran dalam tahun ini.
Ketegangan energi ini berakar dari eskalasi militer pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Eskalasi tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong lonjakan harga bahan bakar.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil. Meski belum ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Trump: Israel Tak Pernah Membujuk Saya untuk Perang Melawan Iran
Presiden AS Donald Trump pada Senin, 20 April 2026, menegaskan bahwa Israel tidak pernah membujuknya untuk berperang melawan Iran. Lantas apa motivasi Trump?
VIVA.co.id
21 April 2026

5 days ago
11



























