Selasa, 21 April 2026 - 10:30 WIB
VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan mengamuk di Gedung Putih selama berjam-jam. Peristiwa ini memicu desakan dari sejumlah anggota parlemen AS agar amandemen ke-25 diaktifkan kembali guna mencoptnya dari jabatan presiden di tengah kriris yang dipicu perang dengan Iran.
Menurut laporan sejumlah media, Trump sengaja tidak dilibatkan dalam pengarahan tingkat tinggi terkait operasi penyelamatan dua penerbang militer AS yang ditembak jatuh di Iran belum lama ini. Melansir laman presstv.ir, Selasa 21 April 2026, staf yang memilih tak diikut sertakan karena khawatir dengan perilakuknya yang tak stabil sehingga memilih memberikan informasi secara bertahap.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sumber orang dalam Gedung Putih juga menggambarkan Trump berteriak tak terkendali kepada stafnya terutama terkait lonjakan harga bahan bakar. Dia juga terus mengungkit krisis penyaderaan Iran di tahun 1979. Sumber itu juga melaporkan bahwa Trump cemas kegagalan operasi militer di Iran berdampak pada karir politiknya ke depan.
Di momen itu, Trump juga beberapa kali menyinggung kegagalan operasi militer di masa kepemimpinan presiden Jimmy Carter.
“Kalau melihat apa yang terjadi pada Jimmy Carter, dengan helikopter dan sander aitu membuat mereka kalah dalam pemilu. Itu benar-benar kacau,” ujar Trump dalam pernyataannya pada Maret lalu.
Anggota Kongres dari New York, Dan Goldman, menanggapi keras situasi tersebut. Dia menyebut logis jika Trump tak dilibatkan dalam pengarahan penyelamatan penerbang AS yang ditembak jatuh di Iran. Dia juga mendesak agar Amandemen ke-25 bisa segera diaktifkan.
“Panglima tertinggi tidak dilibatkan dalam operasi militer karena bertindak tidak rasional. Bayangkan itu,Trump tidak dalam kondisi baik. Kita butuh Amandemen ke-25 sebelum sesuatu yang buruk terjadi di AS,” tulisnya di media sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Insiden ini terjadi saat Partai Demokrat di DPR, yang dipimpin oleh Jamie Raskin, semakin gencar mendorong pembentukan komisi berdasarkan Amandemen ke-25.
Langkah tersebut didasarkan pada apa yang mereka sebut sebagai perilaku Trump yang tidak stabil, termasuk ancaman berlebihan, kebijakan luar negeri yang dinilai sembrono, hingga pernyataan dan tindakan kontroversial lainnya.
Halaman Selanjutnya
Raskin memperingatkan bahwa Amerika Serikat kini berada di titik berbahaya, dan menilai Kongres perlu bertindak demi keamanan nasional.

5 days ago
7



























