Trump 'Ngamuk' Sebut Iran Bisa Diratakan dalam Waktu Semalam

2 weeks ago 8

Selasa, 7 April 2026 - 08:00 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghancurkan Iran ‘dalam semalam’ jika negara itu tidak segera mencapai kesepakatan sebelum batas waktu yang ia tetapkan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi dunia.

Seperti diketahui, Trump menetapkan batas waktu hingga Selasa pukul 20.00 waktu Washington DC (Rabu 08.00 WIB) bagi Iran untuk mencapai kesepakatan yang dianggap “dapat diterima”, yakni yang menjamin kelancaran distribusi energi di kawasan Teluk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia yakin para pemimpin Iran yang rasional sedang bernegosiasi dengan itikad baik, meskipun hasil akhirnya masih belum pasti.

“Seluruh negara itu bisa dilumpuhkan dalam satu malam dan malam itu bisa saja besok malam,” ujarnya pada Senin waktu setempat dikutip dari laman BBC Internasional, Selasa 7 April 2026.

Ia juga menambahkan bahwa jika batas waktu terlewati, Iran akan dikembalikan ke zaman batu.

“Mereka tidak akan punya jembatan lagi. Mereka tidak akan punya pembangkit listrik,” katanya

Sementara itu pada Senin 6 April 2026, Iran sendiri menolak usulan gencatan senjata sementara, dan justru menuntut diakhirinya konflik secara permanen serta pencabutan sanksi.

Meski Iran menolak tuntutan AS, Trump tetap optimistis bahwa Iran bernegosiasi dengan itikad baik, bahkan setelah sejumlah petinggi Iran tewas dalam serangan AS dan Israel.

“Kita lihat saja nanti,” katanya.

Seorang pejabat regional yang mengetahui jalannya pembicaraan menyebutkan bahwa kemajuan berarti dalam negosiasi kecil kemungkinan terjadi tanpa adanya gencatan senjata terlebih dahulu.

Pejabat tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitifnya pembicaraan mengatakan bahwa proses negosiasi menjadi rumit akibat sulitnya mengirim dan menerima pesan dari pejabat Iran di tengah gangguan komunikasi yang masih berlangsung.

“Untuk menyampaikan pesan ke Iran, hampir tidak mungkin mendapatkan respons dalam waktu yang wajar. Rata-rata balasan baru diterima sekitar satu hari atau lebih,” ujarnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakistan, Turki, dan Mesir disebut turut terlibat dalam upaya mediasi.

Trump tidak banyak memberikan rincian soal rencana pemerintahannya ke depan. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya memiliki rencana terbaik, namun tidak akan mengungkapkannya kepada media.

Halaman Selanjutnya

Para pakar hukum memperingatkan bahwa serangan yang disengaja dan berkelanjutan terhadap infrastruktur Iran bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |