Rabu, 15 April 2026 - 12:36 WIB
VIVA – Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan mundur dari perseteruannya dengan Paus Leo XIV yang dipicu unggahannya di Truth Social dengan menyerang pemimpin Gereja Katolik itu dengan menyebutnya "lemah" dan "buruk untuk kebijakan Luar negeri."
Melansir CBS News, Rabu, Trump mengatakan Paus mengatakan Paus Leo "salah dalam isu-isu tersebut" dan tidak seharusnya ikut campur dalam urusan politik. Ia menegaskan tidak berniat meminta maaf kepada Leo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump menyoroti ketidaksetujuan Paus Leo terhadap deportasi massal dan perang Iran, sebelum mengirimkan unggahan tersebut. Ketika ditanya apakah ia berencana menghubungi Paus secara langsung, Trump menjawab tegas: "Tidak."
"Dia salah dalam isu-isu tersebut," kata Trump tentang Paus Leo. "Saya rasa dia seharusnya tidak ikut campur dalam politik. Saya rasa dia mungkin telah belajar dari ini."
Paus Leo XIV, Paus Baru Terpilih
Photo :
- (Foto AP/Andrew Medichini)
Trump juga mengatakan dia tidak yakin apakah Paus Leo, Paus pertama kelahiran AS, akan mengunjungi Amerika Serikat selama masa kepresidenannya. "Saya tidak tahu. Itu terserah beliau, bukan saya." ucapnya
Trump juga turut menanggapi kontroversi gambar AI yang sempat ia unggah di Truth Social pada Minggu malam, yang kemudian dihapus. Gambar tersebut menggambarkan dirinya sebagai sosok seperti Yesus dan menuai kritik dari kalangan Kristen konservatif.
Trump mengaku terkejut dengan reaksi negatif tersebut dan menyebut gambar itu dibuat oleh "seniman yang sangat cantik dan berbakat." Ia mengaku mengira gambar tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai dokter, bukan Yesus.
"Saya melihat itu sebagai gambar saya sebagai seorang dokter yang sedang memperbaiki—ada Palang Merah di sana, ada, Anda tahu, orang-orang medis di sekitar saya. Dan saya seperti dokter, Anda tahu, sedikit bermain-main sebagai dokter dan membuat orang lebih baik. Jadi itulah yang dilihat orang. Itulah yang dipikirkan kebanyakan orang."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketika ditanya alasan penghapusan unggahan tersebut, Trump berkata: "Biasanya saya tidak suka melakukan itu, tetapi saya tidak ingin ada yang bingung. Orang-orang memang bingung."
Sebelumnya pada hari Senin di X, aktivis konservatif Riley Gaines mempertanyakan unggahan tersebut dan menyebut "sedikit kerendahan hati akan bermanfaat baginya" serta menyebut bahwa "Tuhan tidak boleh diperolok-olok."
Halaman Selanjutnya
Namun Trump membantah bahwa penghapusan unggahan itu dipicu kritik Gaines. "Saya tidak mendengarkan Riley Gaines. Sebenarnya saya bukan penggemar berat Riley."

1 week ago
9



























