Kamis, 2 April 2026 - 12:30 WIB
VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menggelar konferensi pers terbaru terkait perang Iran pada Rabu 1 April waktu setempat. Dalam keterangan terbarunya, Trump mengungkap bahwa AS melancarkan perang terhadap Iran semata-mata untuk membantu para sekutunya di kawasan.
Pernyataan ini diduga merujuk pada dorongan lama dari Israel agar Washington menyerang Teheran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Komentar tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang pada awal perang menyebut bahwa kekhawatiran Israel terhadap Iran menjadi alasan utama AS mengambil tindakan. Namun, belakangan pemerintah AS tampak menjauh dari narasi tersebut.
“Kami sekarang sepenuhnya mandiri dari Timur Tengah, tetapi kami tetap berada di sana untuk membantu,” kata Trump seperti dikutip dari laman Middle East Eye, Kamis 2 April 2026.
Dalam press briefing itu Trump juga menyebut bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan minyak dari Iran. Pernyataan ini menyusul dengan tudingan serangan AS ke Iran untuk mengusai lahan minyak mereka.
“Kami sebenarnya tidak perlu berada di sana. Kami tidak membutuhkan minyak mereka. Kami tidak membutuhkan apa pun yang mereka miliki. Kami ada di sana untuk membantu sekutu kami,” kata dia.
Trump juga memuji apa yang ia sebut sebagai keberhasilan AS yang cepat, tegas, dan luar biasa dalam 32 hari perang sejauh ini, serta menyatakan bahwa tujuan strategis utama hampir tercapai.
Ia tidak memberikan jadwal pasti kapan serangan AS akan dihentikan, tetapi memperingatkan bahwa kehancuran lebih besar masih akan terjadi.
“Kami akan menyelesaikan ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kami sudah sangat dekat. Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kami akan menghantam mereka dengan sangat keras. Kami akan mengembalikan mereka ke zaman batu, tempat yang pantas bagi mereka,” ujar Trump.
Pergantian rezim bukan tujuan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat memaparkan berbagai alasan peluncuran perang, Trump menegaskan bahwa pergantian rezim bukanlah tujuan AS.
“Kami tidak pernah mengatakan pergantian rezim, tetapi pergantian rezim memang telah terjadi,” katanya, merujuk pada pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Israel, serta kemudian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani.
Halaman Selanjutnya
Pemimpin tertinggi Iran saat ini adalah putra Khamenei, Mojtaba. Ia belum terlihat di depan kamera maupun di ruang publik.

3 weeks ago
7



























