Trump Sebut Warga Iran 'Binatang', Klaim Serangan Infrastruktur Bukan Kejahatan Perang

2 weeks ago 7

Rabu, 8 April 2026 - 07:00 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan bernada keras terkait Iran dalam konferensi pers terbarunya pada Senin, 6 April waktu setempat. Dalam kesempatan tersebut, Trump menyatakan bahwa penargetan infrastruktur Iran adalah tindakan yang ia anggap sah.

Ia juga menyebut pejabat dan warga Iran sebagai ‘binatang’ saat menjawab pertanyaan apakah serangan semacam itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karena mereka binatang,” jawab Trump ketika ditanya bagaimana serangan terhadap infrastruktur Iran tidak dianggap sebagai kejahatan perang, seperti dikutip dari laman Middle East Monitor, Rabu 8 April 2026.

Ia juga menyebut bahwa kejahatan perang yang sebenarnya adalah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

“Kamu tahu apa itu kejahatan perang? Kejahatan perang adalah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” kata dia kepada wartawan di Gedung Putih.

Trump turut menyatakan ketidakpuasannya terhadap pemerintah Iran dan memperingatkan bahwa negara itu akan membayar harga yang sangat mahal.

Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa rakyat Iran justru merasa “gelisah” jika tidak mendengar suara bom.

“Mereka ingin mendengar bom karena mereka menginginkan kebebasan,” kata dia.

Membinasakan peradaban Iran

Tak sampai di situ, melansir laman The Washington Post, Trump juga kembali memperingatkan  Iran untuk mencapai kesepakatan sebelum batas waktu yang ditetapkannya pada hari Selasa, 7 April 2026, dengan mengatakan bahwa seluruh peradaban akan mati malam ini jika kesepakatan tidak tercapai untuk mengakhiri konflik.

“Sebuah peradaban utuh akan musnah malam ini, dan tidak akan pernah bisa kembali lagi,” tulis Trump di Truth Social, platform media sosial miliknya.

Namun demikian, pernyataan Trump tetap membuka kemungkinan jalan keluar, dengan mengatakan bahwa mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya tidak ingin itu terjadi, tapi kemungkinan besar akan terjadi,” kata dia.

Pernyataan yang terkesan tanpa batas ini membuat para pakar hukum dan mantan pejabat militer khawatir. Mereka menilai ancaman presiden untuk menyerang infrastruktur sipil secara luas yang ia sebut hampir tidak ada yang dikecualikan dapat merusak tujuan Amerika Serikat di Iran sekaligus menimbulkan risiko hukum bagi pimpinan militer.

Halaman Selanjutnya

“Saya khawatir gaya bicara presiden yang berlebihan ini menempatkan para komandan operasional dalam posisi yang sangat sulit. Mereka paham bahwa tidak bisa begitu saja menarik garis melingkari sebuah negara lalu menyatakan seluruh jaringan listriknya sebagai target sah,” kata mantan pakar hukum perang Angkatan Darat AS di Irak pada 2004–2005, Geoffrey Corn.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |