Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!

18 hours ago 3

loading...

Presiden Donald Trump tuduh China ikut campur dalam pemilu AS, menyebutnya sebagai kompromi data pemilu terbesar dalam sejarah. Foto/White House

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dalam pidato di Gedung Putih pada hari Kamis bahwa China telah ikut campur dalam pemilu Amerika. Dia bahkan menyebutnya sebagai "kompromi data pemilu terbesar dalam sejarah" yang dilakukan mulai pada siklus pemilu tahun 2020.

Menurut Gedung Putih, kompromi data tersebut mengakibatkan China mengakuisisi 220 juta berkas pemilih di AS. Data itu mencakup nama, alamat, nomor telepon, dan preferensi politik.

Baca Juga: Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah

“Hilangnya data ini menghadirkan mimpi buruk keamanan pemilu yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Trump, yang dikutip Reuters, Jumat (17/7/2026).

Tuduhan Trump ini berdasarkan dokumen intelijen yang tidak diklasifikasikan yang merinci dugaan kerentanan dalam infrastruktur pemungutan suara pemilu di Amerika.

“Setiap orang Amerika berhak mengetahui bahwa ketika mereka memberikan suara mereka, suara tersebut akan dihitung secara akurat,” kata Trump, dengan alasan bahwa sistem yang ada “sangat gagal” dan sangat rentan terhadap peretasan.

"Anggota 'Deep State' di badan intelijen AS bekerja untuk secara aktif menekan dan meremehkan informasi tentang sejauh mana campur tangan jahat China dalam pemilu," paparnya.

“Badan mata-mata AS mulai mengetahui adanya kebocoran data pendaftaran pemilih pada tahun 2020,” imbuh dia, seraya menuduh para pejabat menyembunyikan dugaan pelanggaran tersebut baik dari presiden maupun masyarakat Amerika.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |