Minggu, 5 April 2026 - 08:36 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengultimatum Iran agar membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyebut Iran hanya memiliki waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz.
Jika ultimatum itu tak digubris, Trump mengancam akan membawa 'neraka' ke Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz," kata Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, dikutip Minggu, 5 April 2026.
"Waktu hampir habis — 48 jam sebelum neraka menimpa mereka," sambungnya.
Pada 26 Maret, Trump mengatakan ia memperpanjang tenggat negosiasi nuklir menjadi 10 hari setelah Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melewati Selat Hormuz.
Eskalasi di Timur Tengah telah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta fasilitas militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Iran juga membatasi pergerakan kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. (Ant)
Sektor Industri Dihantui Dampak Krisis Energi Global, Pemerintah Diminta Lakukan Ini
Pemerintah diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi efek domino dari krisis energi global yang mulai merambat ke sektor industri dalam negeri.
VIVA.co.id
5 April 2026

10 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522398/original/068585400_1772764301-anak_susah_makan.jpg)