Tumbuh Kembang Anak Terganggu Jangan-jangan Penyakit Jantung Bawaan, Kenali Tanda-tandanya

2 weeks ago 8

Rabu, 8 April 2026 - 15:17 WIB

Tangerang, VIVA – Tumbuh kembang anak merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan si kecil. Namun, tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir ketika berat badan anak sulit naik atau perkembangan anak terlihat lebih lambat dibandingkan teman seusianya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah penyakit jantung bawaan.

Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, FIHA, CCK, penyakit jantung bawaan dapat berdampak pada proses tumbuh kembang anak karena tubuh membutuhkan energi yang lebih besar untuk bekerja. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Kondisi ini sering menyebabkan berat badan anak sulit naik dan pertumbuhan menjadi terhambat dibandingkan anak seusianya,” jelas dr. Putri dalam keterangannya, dikutip Rabu 8 April 2026. 

Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Penyakit jantung bawaan terjadi karena proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna pada trimester kehamilan.

Namun pada penyakit jantung bawaan, proses ini dapat terganggu akibat adanya kelainan struktur pada jantung. Penyakit jantung bawaan dibagi menjadi 2 kelompok utama, antara lain:

1. PJB Non-Sianotik (Tidak Biru)

Jenis ini merupakan yang paling sering ditemukan. Pada kondisi ini, kadar oksigen dalam darah yang beredar ke seluruh tubuh masih cukup baik sehingga anak tidak terlihat kebiruan. Salah satu contoh kondisi pada kelompok ini adalah defek septum atrium (ASD) atau defek septum ventrikel (VSD), dimana PJB terjadi karena adanya lubang pada sekat jantung yang memisahkan ruang-ruang jantung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. PJB Sianotik (Tipe Biru)

Jenis ini lebih serius karena terjadi percampuran darah yang rendah oksigen dengan darah yang kaya oksigen, sehingga darah yang dipompa ke tubuh menjadi kekurangan oksigen.

Halaman Selanjutnya

“Pada kondisi ini biasanya muncul tanda khas berupa bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan. Gejala tersebut bisa semakin terlihat saat anak menangis atau kelelahan,” tambah dr. Putri.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |