Uang Palsu Ratusan Juta di Bogor Dibuat Dukun Abal-abal Bernama Mahfud, Begini Modusnya

5 hours ago 3

Rabu, 1 April 2026 - 22:00 WIB

Bogor, VIVA – Praktik pembuatan uang palsu senilai sekitar Rp620 juta di sebuah kamar hotel di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, ternyata berkedok dukun pengganda uang.

Pelaku bernama Mahfud alias MP (39) diringkus saat hendak melancarkan aksinya dengan modus menggandakan uang, padahal yang digunakan adalah uang palsu hasil cetakannya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Martuasah Hermindo Tobing mengungkapkan, pelaku sengaja mengemas aksinya seolah-olah praktik perdukunan untuk menarik korban.

"Uang hasil kopi tersebut rencananya akan diedarkan di masyarakat dengan cara seolah-olah penggandaan uang atau praktik dukun," tutur dia, Rabu, 1 April 2026.

Dari hasil penyelidikan, Mahfud memproduksi uang palsu dengan cara sederhana namun terencana. Ia menggunakan uang asli sebagai contoh, lalu menggandakannya dengan printer dan memadukannya dengan kertas karton agar tampak seperti uang asli.

"Modus operandi yang bersangkutan, tersangka, yaitu dengan mengopi uang asli pecahan Rp 100.000 menggunakan mesin printer merek Epson dengan menggunakan master alat cetak," ujar Martuasah.

Setelah dicetak, uang tersebut dipotong dengan berbagai alat sederhana agar menyerupai uang asli.

"Kemudian menggunakan karton, setelah itu hasil kopian tersebut dipotong dengan menggunakan alat pemotong merek Joyko, gunting, dan cutter sehingga menyerupai uang asli. Setelah itu, uang hasil kopi tersebut rencananya akan diedarkan di masyarakat dengan cara seolah-olah penggandaan uang atau praktik dukun," ujar dia.

Rupanya, pelaku telah menyiapkan skenario untuk menjerat korban. Kasubdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Robby Syahfery mengatakan, pelaku berencana menyasar warga di kampung halamannya di Cianjur, Jawa Barat, dengan memanfaatkan momen menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Cianjur, Jawa Barat. Jadi tadinya targetnya warga tetangganya ya," kata Robby.

Pelaku bahkan menargetkan mampu “menggandakan” uang hingga miliaran rupiah untuk meyakinkan korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tadinya modusnya ingin menawarkan pada saat sebelum Idul Fitri gitu, cuma belum terlaksana dan belum ada korban sampai saat ini," ujarnya.

"Jadi memang dia hanya rencananya targetnya masyarakat di kampungnya mungkin ya. Dia nanti kan ini baru, mungkin belum mencapai tujuannya. Targetnya kan mungkin dia sampai Rp1 miliar atau Rp2 miliar," tutur dia.

Halaman Selanjutnya

Tak hanya berencana menipu, Mahfud ternyata sempat menggunakan uang palsu buatannya untuk kepentingan pribadi. Ia mencoba membayar utang sebesar Rp30 juta menggunakan uang palsu, namun aksinya gagal karena korban menyadari kejanggalan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |