UAS : Percaya Mitos, Menjerumuskan ke Syirik

4 hours ago 1

loading...

UAS menegaskan bahwa seorang Muslim tidak boleh mempercayai sesuatu yang tidak memiliki dalil yang sahih. Keimanan harus dibangun di atas petunjuk Al-Quran dan hadis, bukan pada cerita atau kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Foto ilustrasi/ist

Kepercayaan terhadap mitos yang tidak memiliki dalil dikhawatirkan dapat merusak akidah bahkan mengantarkan seseorang kepada perbuatan syirik . Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.

Hal itu pernah dijelaskan Ustaz Abdul Somad (UAS) saat menerangkan kisah wafatnya putra Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Ketika putra Nabi Ibrahim meninggal dunia pada usia sekitar 18 bulan, pada hari yang sama terjadi peristiwa gerhana matahari.

Sebagian orang saat itu mengaitkan gerhana tersebut dengan wafatnya putra Nabi Ibrahim. Mereka menganggap fenomena alam itu terjadi karena kesedihan atau kemarahan sang nabi. Namun anggapan tersebut langsung dibantah. Menurut Ustaz Abdul Somad, keyakinan seperti itu hanyalah mitos yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. "Nggak ada hubungan, mitos ini," ujar Ustaz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya, belum lama ini.

UAS menegaskan bahwa seorang Muslim tidak boleh mempercayai sesuatu yang tidak memiliki dalil yang sahih. Keimanan harus dibangun di atas petunjuk Al-Qur'an dan hadis, bukan pada cerita atau kepercayaan yang berkembang di masyarakat.

Baca juga: Percaya Mitos, Benarkah Bisa Merusak Akidah?

"Kalau ada disebutkan ulama, dari kitab, dari hadis, amalkan. Kalau hanya pantang-pantang saja, mitos. Bisa syirik kita, bisa rusak akidah kita," tegasnya.

Menurut UAS, mempercayai mitos yang diyakini dapat mendatangkan manfaat atau menolak bahaya termasuk bentuk keyakinan yang bertentangan dengan tauhid. Sebab, dalam Islam hanya Allah SWT yang berkuasa memberikan manfaat maupun menimpakan mudarat kepada hamba-Nya.

Penjelasan senada juga pernah disampaikan Ustaz Adi Hidayat (UAH). Ia mengingatkan bahwa syirik merupakan dosa terbesar dalam Islam dan terkadang dilakukan seseorang tanpa disadari.

UAH menjelaskan, salah satu bentuk syirik adalah meyakini adanya makhluk atau benda yang memiliki kekuasaan sebagaimana kekuasaan Allah SWT. Karena itu, umat Islam diminta berhati-hati terhadap berbagai kepercayaan yang tidak memiliki landasan syariat, termasuk mitos yang diyakini dapat menentukan nasib, keselamatan, maupun rezeki seseorang.

Seorang Muslim hendaknya menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman dalam berkeyakinan, sehingga terhindar dari khurafat, takhayul, maupun berbagai bentuk kesyirikan yang dapat merusak kemurnian akidah.

Baca juga: Hukum Percaya Mitos dan Ramalan, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadis yang Wajib Diketahui

(wid)

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |