VIVA –Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di Depok, Jawa Barat, dengan Saepullah sebagai tersangka, tengah menjadi sorotan publik. Jejak digital Saepullah di masa lalu pun ikut ditelusuri dan menjadi perhatian warganet.
Salah satu jejak digital yang beredar berasal dari akun TikTok yang diduga milik Saepullah, @lindasaepullah. Dalam akun tersebut, terdapat video yang memperlihatkan dirinya mengikuti kompetisi dangdut di salah satu stasiun televisi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Video yang diunggah pada 11 Januari itu memperlihatkan Saepullah datang bersama salah seorang saudaranya untuk mengikuti kompetisi itu. Berdasarkan keterangannya pada video, dirinya mengikuti ajang kompetisi tersebut demi membantu perekonomian keluarganya.
"Sebenarnya saya mau bantu ibu saya jualan di pasar," kata dia dikutip Minggu 9 Agustus 2026.
Dia berharap dengan mengikuti kompetisi tersebut dia bisa mendapatkan uang untuk membeli motor bekas. Motor itu nantinya akan digunakan sebagai kendaraan operasional ibunya untuk berjualan. Sebab kata dia selama ini, sang ibu harus berjalan kaki sejauh sekitar 5 kilometer untuk menuju pasar dan berjualan sayur sejak dini hari.
"Jual sayur dari jam 2 subuh sampai pagi, karena kita nggak ada kendaraan kita jalan kaki. Jaraknya 5km, pengen beli motor second aja," kata dia.
Tak hanya untuk membeli motor, uang yang diperoleh jika berhasil lolos dalam kompetisi tersebut juga akan digunakan sebagai modal usaha sang ibu.
"Sisanya buat modal emak jualan, soalnya sayurnya ngambil dari orang. Untungnya cuman Rp 1.000-Rp 2.000 gitu. Jadi kalua belanja sendiri untungnya bisa kelihatan," kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagaimana diketahui kasus pembunuhan yang disertai mutilasi dengan tersangka Saepullah ini bermula saat penemuan karung mencurigakan di kawasan Tanah Merah Pancoran Mas 24 Juli 2026. Awalnya warga mengira karung tersebut berisikan sampah. Pada tanggal 4 Agustus 2026 warga yang hendak membakar atau memeriksa karung tersebut terkejut mendapati adanya potingan jasad manusia di dalamnya.
Berdasarkan keterangan pihak berwajib, pelaku yang bernama Saepullah dan korbannya Kunaefi berkenalan melalui media sosial. Keduanya kemudian sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026. Namun, pertemuan tersebut berubah menjadi tragedi. Polisi mengungkap keduanya terlibat cekcok hingga pelaku diduga menusuk bagian perut korban dan menggorok lehernya menggunakan pisau.
Halaman Selanjutnya
"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.

11 hours ago
1



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295770/original/019030800_1783944385-20260713_094007.jpg)
