Yogyakarta, VIVA – Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Nezar Patria menekankan pentingnya watermark pada produk atau konten yang dihasilkan dari teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Wamen Nizar mengatakan, generatif AI bisa menghasilkan foto dengan sangat mirip, dengan suara orang yang tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut dalam kenyataan sehari-hari, tapi dihadirkan di jagad digital.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sehingga, di sinilah pentingnya para pengembang dan pemakai AI itu untuk bisa memberikan satu tanda atau watermark bahwa ini adalah produk AI," kata Wamen setelah membuka Workshop AI Talent Factory di UGM Yogyakarta.
Menurut dia, watermark pada produk teknologi kecerdasan buatan tersebut penting guna membantu masyarakat, terutama orang tua maupun lanjut usia (lansia) yang tidak mengikuti perkembangan di era teknologi digital sekarang ini.
Terlebih, kata Wamen, sangat dimungkinkan para orang tua dan lansia juga rawan menjadi korban hoax (berita bohong) dan disinformasi dari sebuah produk generatif AI yang beredar di berbagai platform media sosial.
"Kita tahu banyak orang tua kita yang mungkin tidak mengikuti proses perkembangan digital, dan agak sulit membedakan apakah misalnya produk-produk informasi yang dihasilkan di jagat digital itu benar atau tidak," katanya.
Wamen mengatakan terlebih Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (Tunas) tersebut tidak menyasar pada orang tua.
"PP Tunas memang dikhususkan dan didedikasikan untuk pengaturan landskap digital yang sehat untuk anak-anak, jadi tidak menyasar yang tua-tua," katanya.
Terkait perkembangan dengan PP Tunas, kata Wamen, pemerintah masih terus berkomunikasi dengan sejumlah take companies, terutama yang memiliki platform tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut dia, Komdigi juga mengapresiasi respons mereka yang cukup kolaboratif untuk bisa mengadopsi peraturan yang ada di PP Tunas, termasuk pembatasan usia dan memberikan solusi teknologi teknologi yang konkret.
"Dialog terus berjalan dengan sejumlah take companies, sehingga dalam waktu dekat bisa diimplementasikan. Kita berterima kasih pada Google pada Meta, juga dengan Tiktok yang membangun komunikasi cukup baik dalam rangka implementasi PP Tunas ini," katanya. (Ant)
AI bikin Bisnis Makin Canggih tapi Hacker juga Makin Ganas
Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri. Namun, di balik percepatan itu ...
VIVA.co.id
15 April 2026

1 week ago
11



























