VIVA – Final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan duel yang sarat makna. Lionel Messi, ikon sepak bola dunia yang mewakili generasinya, akan berhadapan dengan Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang digadang-gadang sebagai simbol era baru sepak bola.
Pertandingan puncak mempertemukan Argentina melawan Spanyol setelah kedua tim sukses melewati babak semifinal. Laga final akan digelar di Stadion New Jersey, New York, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Messi datang dengan ambisi mempersembahkan gelar Piala Dunia kedua sepanjang kariernya bersama Argentina. Di sisi lain, Yamal berpeluang meraih trofi Piala Dunia pertamanya sekaligus mencatat sejarah di usia yang masih sangat muda.
Lionel Messi di Timnas Argentina
Photo :
- REUTERS/Carlos Barria
Namun, jauh sebelum keduanya bertemu di lapangan, mereka ternyata telah memiliki kisah yang unik.
Berawal dari Pemotretan saat Yamal Berusia Enam Bulan
Hubungan Messi dan Lamine Yamal bermula pada 2007
Saat itu, Messi yang baru berusia 20 tahun dan mulai bersinar bersama Barcelona mengikuti sesi pemotretan kalender amal yang diselenggarakan surat kabar lokal Diario Sport bekerja sama dengan UNICEF.
Salah satu keluarga yang terpilih dalam kegiatan tersebut adalah keluarga Yamal.
Kala itu, Lamine Yamal masih berusia sekitar enam bulan. Dalam sesi pemotretan tersebut, Messi tampak menggendong bayi Yamal di dalam bak mandi, bahkan berpose seolah sedang memandikannya.
Foto tersebut bertahun-tahun kemudian kembali viral di media sosial. Banyak penggemar sepak bola menyebut momen itu sebagai simbol bahwa "Messi telah memberkati bintang masa depan."
Mengikuti Jejak Sang Idola
Seiring berjalannya waktu, perjalanan karier Lamine Yamal seakan mengikuti jejak Messi.
Ia tumbuh di akademi Barcelona, kemudian melakoni debut bersama tim utama pada musim 2022-2023 saat baru berusia 15 tahun, di bawah asuhan pelatih Xavi Hernandez.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bakat luar biasa yang dimilikinya membuat Yamal cepat menjadi sorotan dunia. Kemampuan menggiring bola, kreativitas dalam memberikan umpan, hingga penyelesaian akhir menggunakan kaki kiri membuat banyak pihak menilai dirinya sebagai sosok yang paling layak disebut sebagai "The Next Messi,"
Meski sering dibandingkan, keduanya belum pernah saling berhadapan dalam pertandingan resmi.
Halaman Selanjutnya
Kini, pertemuan perdana itu justru terjadi di panggung terbesar sepak bola dunia, yakni final Piala Dunia.

4 weeks ago
8


















