Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:02 WIB
VIVA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa yang berpusat di sekitar Kabupaten Nagekeo tersebut memicu rentetan gempa susulan dan sempat membuat sejumlah wilayah pesisir mendapat peringatan dini tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 111 gempa susulan hingga pukul 10.00 WITA. Aktivitas seismik masih berlangsung dengan gempa susulan terakhir yang tercatat berkekuatan magnitudo 3,8.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Informasi terbaru hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tystama dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Meski peringatan dini tsunami telah dicabut, masyarakat di Flores tetap diimbau waspada karena aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Gempa NTT ini menambah catatan aktivitas seismik besar yang terjadi di berbagai belahan dunia sepanjang 2026.
Tahun ini sebenarnya bukan yang luar biasa jika dilihat dari jumlah gempa berkekuatan besar. Dalam catatan jangka panjang, rata-rata terdapat sekitar 15 gempa bumi per tahun dengan kekuatan di atas magnitudo 7 di seluruh dunia. Hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat sudah ada 10 gempa dengan kekuatan tersebut.
Namun, dampak sejumlah gempa tahun ini cukup mencolok. Selain kekuatan gempa, kedalaman, lokasi pusat gempa, kondisi bangunan, kepadatan penduduk dan kesiapan penanganan bencana turut menentukan besar kecilnya dampak.
Sebelum gempa NTT mengguncang pada 15 Agustus, berikut enam gempa besar yang terjadi di berbagai negara sepanjang 2026, sebagaimana dihimpun Viva pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
1. Tonga, 24 Maret: Gempa M 7,5 dengan Dampak Minim
Pada 24 Maret 2026, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah dekat kepulauan Vava'u di Tonga. Jika dilihat dari kekuatannya, gempa tersebut termasuk salah satu yang terbesar di dunia sepanjang tahun ini. Namun, peristiwa tersebut nyaris tidak menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun kerusakan serius terhadap infrastruktur. Salah satu alasan utamanya adalah lokasi pusat gempa yang berada sangat dalam, sekitar 230 kilometer di bawah permukaan bumi.
Kedalaman tersebut membuat getaran gempa melemah ketika mencapai permukaan. Akibatnya, meskipun magnitudonya mencapai 7,5, dampak yang dirasakan masyarakat jauh lebih kecil dibandingkan sejumlah gempa lain dengan kekuatan serupa.
Halaman Selanjutnya
Tonga sendiri berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, wilayah yang dikenal memiliki aktivitas gempa dan vulkanik tinggi.

2 hours ago
3


















