VIVA – Kembalinya Ole Romeny ke lapangan bersama Oxford United mungkin hanya berlangsung singkat, bahkan sangat singkat, sekitar satu menit. Namun dalam sepak bola profesional, momen kecil sering kali menyimpan makna besar. Terlebih jika itu terjadi setelah hampir dua bulan pemain tersebut “menghilang” dari skuad utama.
Sabtu malam waktu setempat menjadi titik balik kecil bagi Romeny. Dalam lanjutan EFL Championship 2025–2026, Oxford United sukses menundukkan Watford dengan skor 2-0 di Kassam Stadium. Di tengah kemenangan itu, pelatih Matt Bloomfield akhirnya memberikan kesempatan kepada Romeny untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan, meski hanya masuk pada menit 90+4 menggantikan Will Lankshear.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi sebagian pemain, satu menit mungkin tidak berarti apa-apa. Namun bagi Romeny, ini adalah penanda bahwa dirinya belum sepenuhnya tersisih.
Dari Timnas Bersinar, ke Klub yang Mulai Melupakan
Ironisnya, situasi Romeny di level klub justru bertolak belakang dengan performanya bersama Timnas Indonesia. Dalam agenda FIFA Series 2026, ia tampil impresif dengan mencetak satu gol dan dua assist, termasuk kontribusi penting saat Indonesia membungkam Saint Kitts dan Nevis 4-0 di semifinal.
Penampilan itu bahkan mendapat pengakuan langsung dari Oxford United. Dalam rilis resmi klub, mereka menyebut kontribusi Romeny sebagai penampilan luar biasa yang membantu Indonesia mengendalikan permainan sejak babak pertama hingga memastikan kemenangan.
Namun, pujian tersebut belum cukup untuk mengubah posisinya di skuad utama. Sejak akhir Februari, Romeny lebih sering menjadi penonton. Ia sempat enam kali berturut-turut tidak masuk daftar susunan pemain, dan hanya sekali duduk di bangku cadangan tanpa bermain. Situasi ini memperlihatkan realitas keras sepak bola profesional: performa di level internasional tidak selalu menjamin tempat di klub.
Ole Romeny di Oxford United
Photo :
- Dok. Oxford United
Keputusan Pelatih
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di bawah arahan Matt Bloomfield, persaingan di lini depan Oxford United memang cukup ketat. Nama-nama seperti Will Lankshear hingga opsi lain di bangku cadangan membuat Romeny harus bekerja ekstra untuk kembali mendapatkan kepercayaan.
Bahkan, sebelum laga melawan Watford, situs resmi klub sudah memberi sinyal bahwa akan ada perubahan kecil di komposisi pemain cadangan—dengan memasukkan Romeny menggantikan Nik Prelec. Ini menjadi indikasi awal bahwa sang pemain mulai kembali dilirik, meski belum sepenuhnya dipercaya.
Halaman Selanjutnya
Catatan lain yang turut memengaruhi situasinya adalah produktivitas. Romeny disebut belum mencetak gol dalam 16 penampilan terakhirnya bersama Oxford United. Dalam kompetisi seketat Championship, angka tersebut jelas menjadi perhatian serius bagi pelatih.

2 weeks ago
15



























