China, VIVA - Perkembangan mobil listrik tidak hanya soal desain kendaraan atau fitur canggih, tetapi juga ditentukan oleh teknologi baterai. Selama ini, baterai berbasis lithium-ion menjadi standar utama. Namun kini, muncul alternatif baru yang mulai dilirik, yaitu baterai sodium-ion atau berbasis natrium.
Dilansir VIVA dari Japantimes, Senin 27 April 2026, teknologi ini mulai ramai dibicarakan setelah diuji pada sejumlah mobil listrik di China, termasuk dalam kondisi ekstrem bersuhu hingga minus 30 derajat Celcius. Hasilnya cukup menjanjikan, karena kendaraan tetap dapat berjalan normal di jalan bersalju dan licin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi pemula, perbedaan utama antara baterai sodium dan lithium sebenarnya ada pada bahan bakunya. Lithium merupakan logam yang terbatas dan harganya bisa naik turun, sementara sodium jauh lebih melimpah di alam dan lebih mudah didapat. Artinya, secara teori, biaya produksi baterai sodium bisa lebih murah.
Selain soal biaya, keunggulan lain dari baterai sodium-ion adalah kemampuannya bekerja lebih stabil di suhu dingin. Ini menjadi nilai tambah, terutama untuk penggunaan di negara dengan musim dingin ekstrem. Pada kondisi tersebut, baterai lithium biasanya mengalami penurunan performa.
Meski begitu, baterai sodium bukan tanpa kekurangan. Salah satu kelemahan utamanya adalah jarak tempuh yang masih lebih pendek dibanding lithium. Saat ini, mobil listrik dengan baterai sodium diperkirakan hanya mampu menempuh sekitar 300 hingga 350 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Sebagai perbandingan, mobil listrik dengan baterai lithium bisa mencapai jarak 400 hingga 600 kilometer, tergantung tipe dan kapasitas baterainya. Artinya, untuk penggunaan jarak jauh, lithium masih lebih unggul.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, bukan berarti baterai sodium tidak punya masa depan. Teknologi ini justru dinilai cocok untuk mobil listrik dengan harga terjangkau atau penggunaan dalam kota. Dengan jarak tempuh yang cukup untuk kebutuhan harian, biaya produksi yang lebih rendah bisa membuat harga mobil listrik menjadi lebih murah dan lebih mudah dijangkau masyarakat.
Selain itu, penggunaan sodium juga dapat mengurangi ketergantungan industri terhadap lithium. Dalam beberapa tahun terakhir, harga lithium sempat melonjak tajam, yang berdampak pada naiknya harga baterai dan mobil listrik secara keseluruhan.
Halaman Selanjutnya
Dengan adanya alternatif seperti sodium, produsen bisa memiliki pilihan lain agar pasokan bahan baku lebih stabil. Hal ini penting untuk menjaga harga mobil listrik tetap kompetitif di masa depan.

2 hours ago
2



























