2 Pasukan Perdamaian PBB Asal Ethiopia Gugur saat Patroli di Sudan Selatan

1 day ago 5

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Jakarta, VIVA – Dua petugas penjaga perdamaian PBB gugur setelah patroli mereka disergap dalam perjalanan menuju Jonglei di Sudan Selatan.

"Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) mengecam keras penyergapan hari ini terhadap patroli yang sedang menuju Pajut, Negara Bagian Jonglei, yang dilakukan oleh orang-orang bersenjata tak dikenal. Dua penjaga perdamaian gugur dalam serangan tersebut, sementara tujuh lainnya, termasuk tiga penjaga perdamaian, mengalami luka," menurut pernyataan UNMISS di platform X, Senin 24 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petugas yang gugur itu berasal dari Ethiopia, katanya, sambil menambahkan dua anggota Kepolisian Sudan Selatan dan dua staf sipil juga terluka.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan tersebut.

"Kami sedang berupaya mendapatkan informasi lebih lanjut. Ini adalah bagian dari patroli rutin yang dilakukan PBB untuk membantu mengatasi situasi keamanan yang masih belum stabil di wilayah tersebut," kata Juru Bicara Stephane Dujarric dalam konferensi pers yang membahas insiden tersebut.

Dujarric menambahkan menurut informasi yang dihimpun sejauh ini, serangan tersebut tampaknya sudah ditargetkan.

Sudan dilanda pertempuran sengit antara Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dan angkatan bersenjata Sudan sejak musim semi 2023.

Militer Sudan berhasil merebut kembali Ibu Kota Khartoum pada 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelompok-kelompok pemberontak menggencarkan serangan mereka di wilayah selatan dan barat, khususnya di Darfur dan Kordofan.

Mereka juga mengumumkan pembentukan pemerintahannya sendiri di wilayah-wilayah yang mereka kuasai pada April 2025. Disebutkan juga bahwa kedua belah pihak saling menuduh telah membunuh warga sipil. (Ant)

Ilustrasi bendera Israel

PBB dan Inggris Kutuk Israel karena Nekat Bangun 1.200 Rumah di Lahan Strategis Tepi Barat

Israel resmi membuka tender pembangunan sekitar 1.200 unit rumah permukiman di kawasan strategis E1, Tepi Barat. Tutup peluang negara Palestina berdaulat.

img_title

VIVA.co.id

20 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |