Jakarta, VIVA – Perselisihan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, terkait pengasuhan anak kini memasuki babak baru. Setelah disebut menempuh berbagai upaya di luar pengadilan, presenter tersebut akhirnya mengambil langkah hukum dengan mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026.
Sidang perdana perkara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menegaskan bahwa gugatan tersebut diajukan demi memperoleh kepastian hukum mengenai hak dan kewajibannya sebagai ayah.
Selain itu, gugatan juga memuat sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pengadilan. Lantas, apa saja isi gugatan hak asuh anak Ruben Onsu?
1. Meminta Kepastian Hak Bertemu Anak Secara Rutin
Poin utama dalam gugatan yang diajukan Ruben Onsu adalah keinginannya untuk mendapatkan kepastian hukum agar dapat menghabiskan waktu bersama kedua putrinya, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu, secara rutin setiap pekan.
Menurut Minola Sebayang, keputusan menggugat diambil setelah Ruben merasa perlu memiliki dasar hukum yang jelas terkait haknya untuk bertemu anak-anak tanpa hambatan.
"Di tanggal 30 Juni 2026 pagi-pagi, saya ditelepon oleh Ruben dan dia mengatakan gugatan itu sudah bisa didaftarkan atau dijalankan," kata kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, dalam wawancara virtual, Rabu, 1 Juli 2026.
Ia kemudian menjelaskan bahwa gugatan tersebut telah resmi diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. "Makanya kemarin tanggal 30 Juni 2026, kami sudah mendaftarkan gugatan hak asuh anak itu melalui kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan sudah diberi nomor register 756. Dan sidang perdananya akan dilakukan pada tanggal 15 Juli 2026," jelasnya.
2. Kesepakatan Pascacerai Dinilai Tidak Berjalan
Dalam keterangannya, pihak Ruben juga menyinggung adanya Kesepakatan Pascacerai yang dibuat pada Juni 2024. Salah satu poin di dalamnya mengatur mengenai waktu kebersamaan Ruben dengan anak-anaknya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, menurut pihak Ruben, kesepakatan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga menjadi salah satu alasan diajukannya gugatan ke pengadilan.
Ruben disebut ingin dapat menghabiskan waktu bersama anak-anak selama dua hingga tiga hari dalam satu minggu sebagai bagian dari quality time yang dinilainya penting bagi perkembangan mereka.
Halaman Selanjutnya
"Memang inilah yang diinginkan oleh Ruben dan seperti yang kami sampaikan, dia fokus ya kepada kepentingan anak-anaknya. Bukan hanya kepentingan anak-anak, tapi juga dia sangat fokus akan haknya dia untuk bisa berkumpul, ya untuk bisa berkumpul bersama dengan anaknya selama dua, tiga hari dalam satu minggu," terang Minola Sebayang.

2 weeks ago
5











