5 Tips Aman Minum Obat untuk Lansia agar Terhindar dari Kesalahan dan Efek Samping

3 days ago 1

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:40 WIB

VIVA – Bagi banyak orang lanjut usia, mengonsumsi obat resep maupun obat bebas atau over-the-counter (OTC) merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari. Karena obat mengandung bahan aktif yang bekerja pada tubuh, penggunaannya perlu dilakukan secara tepat.

Kesalahan dalam mengonsumsi obat dapat meningkatkan risiko efek samping, interaksi antarobat, hingga membuat pengobatan tidak bekerja secara optimal. Karena itu, lansia dan keluarga yang mendampingi perlu memahami cara minum obat yang aman dan benar. Melansir dari Healthline, berikut lima tips penting yang dapat diterapkan untuk membantu menjaga keamanan penggunaan obat pada lansia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Kenali setiap obat yang dikonsumsi

Lansia sering kali memiliki lebih dari satu obat dalam rencana pengobatannya. Karena itu, penting untuk mengetahui nama setiap obat, kegunaannya, dosis, serta waktu penggunaannya.

Informasi tersebut biasanya tercantum pada label kemasan obat. Petunjuk yang terdapat di dalam kemasan juga dapat dibaca untuk memahami cara penggunaan dan hal-hal yang perlu diperhatikan.

Dengan mengenali obat yang dikonsumsi, seseorang juga lebih mudah mengetahui apakah muncul perubahan kondisi atau efek samping setelah menggunakannya. Informasi tersebut kemudian dapat disampaikan kepada dokter.

2. Jangan ragu bertanya kepada dokter atau apoteker

Sebelum mulai menggunakan obat baru, pastikan semua informasi yang dibutuhkan sudah dipahami. Jangan ragu bertanya kepada dokter atau apoteker jika ada petunjuk yang kurang jelas.

Beberapa pertanyaan yang penting diajukan antara lain apakah obat perlu diminum bersama makanan, kapan waktu terbaik mengonsumsinya, apa yang harus dilakukan jika lupa minum obat, dan berapa lama obat mulai bekerja.

Tanyakan pula kapan perlu menghubungi dokter jika muncul efek samping dan bagaimana prosedur mendapatkan resep ulang.

3. Beri tahu semua obat dan suplemen yang dikonsumsi

Dokter perlu mengetahui seluruh obat yang sedang dikonsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, suplemen, maupun produk herbal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini penting karena beberapa obat dapat berinteraksi satu sama lain dan menyebabkan efek yang tidak diinginkan. Bahkan, makanan tertentu juga dapat memengaruhi cara tubuh memproses obat.

Salah satu contohnya adalah grapefruit atau jeruk bali yang dapat berinteraksi dengan sejumlah jenis obat. Karena itu, sebaiknya tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah ada makanan atau minuman yang perlu dihindari selama menjalani pengobatan.

Halaman Selanjutnya

Apoteker juga dapat membantu melalui layanan Medication Therapy Management (MTM), yaitu peninjauan seluruh obat yang digunakan untuk membantu meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus mengurangi risiko efek samping.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |