7 Kebiasaan Paling Sederhana yang Bisa Dilakukan Keluarga Indonesia untuk Menanamkan Nasionalisme

9 hours ago 1

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:00 WIB

VIVA – Memaknai kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan dengan mengikuti upacara atau perlombaan pada 17 Agustus. Di lingkungan keluarga, semangat kemerdekaan juga dapat ditanamkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Bagi anak-anak, nasionalisme bukan sekadar hafalan tentang sejarah perjuangan bangsa. Nilai tersebut dapat tumbuh melalui kebiasaan menghargai perbedaan, bekerja sama, mengenal sejarah, menjaga lingkungan, hingga menggunakan waktu untuk belajar dan berkarya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menempatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sebagai bagian dari ekosistem pendidikan karakter. Kemendikdasmen juga menekankan bahwa pendidikan karakter perlu dimulai sejak dini dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. 

Berikut VIVA telah merangkum Sabtu, 15 Agustus 2026, ada tujuh kebiasaan yang dapat dilakukan keluarga untuk memaknai kemerdekaan dari rumah.

1. Mengajak Anak Mengenal Sejarah Indonesia

Keluarga dapat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk kembali mengenalkan sejarah Indonesia kepada anak.

Tidak harus melalui pelajaran yang berat. Orang tua dapat menceritakan kisah perjuangan para pahlawan, Proklamasi Kemerdekaan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, atau sejarah daerah tempat keluarga tinggal.

Kegiatan sederhana seperti menonton dokumenter sejarah bersama kemudian mendiskusikannya juga dapat menjadi cara menarik untuk membuat anak memahami bahwa kemerdekaan diperoleh melalui perjuangan panjang.

2. Membiasakan Gotong Royong di Rumah

Semangat gotong royong merupakan salah satu nilai yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kebiasaan ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membersihkan rumah bersama, merapikan halaman, membantu anggota keluarga, atau mempersiapkan kegiatan lingkungan.

BPIP menjelaskan bahwa gotong royong mengandung nilai kebersamaan, kemanusiaan, persatuan, saling menolong, dan kepedulian terhadap sesama. 

3. Menghargai Perbedaan di Lingkungan Keluarga

Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman suku, agama, budaya, bahasa, dan tradisi. Karena itu, nasionalisme tidak harus diwujudkan dengan menganggap budaya sendiri paling baik. Sebaliknya, anak perlu dibiasakan menghormati perbedaan.

Orang tua dapat mengenalkan makanan, pakaian, bahasa daerah, musik, tarian, maupun tradisi dari berbagai wilayah Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Mengenal Simbol Negara

Lagu nasional dan simbol negara juga dapat menjadi bagian dari pembelajaran di rumah. Pada momentum tertentu, keluarga dapat menyanyikan lagu nasional bersama atau membicarakan makna Merah Putih, Garuda Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Halaman Selanjutnya

Kegiatan tersebut tidak perlu dibuat seperti pelajaran formal. Orang tua dapat menjelaskan maknanya melalui percakapan sederhana agar anak memahami bahwa simbol negara memiliki hubungan dengan sejarah dan identitas bangsa.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |