Jakarta, VIVA – Sebanyak 706 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jakarta Pusat pada Senin, 20 Juli 2026. Aparat disiagakan di beberapa titik yang menjadi lokasi penyampaian aspirasi oleh mahasiswa maupun elemen masyarakat.
Ratusan personel tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran Polsek. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan kondusif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan salah satu aksi yang akan diamankan berasal dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia bersama sejumlah elemen massa lainnya.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di wilayah Gambir mulai pukul 15.00 WIB.
"Pengamanan aksi unjuk rasa dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia dan beberapa elemen di Wilayah Gambir, dengan rencana giat pukul 15.00 WIB," ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Pengamanan Difokuskan di Sejumlah Titik Jakarta Pusat
Selain aksi mahasiswa di kawasan Gambir, pengamanan juga dilakukan terhadap demonstrasi yang digelar oleh Jaringan Aktivis Muda Indonesia bersama beberapa elemen massa lainnya.
Kelompok tersebut dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada pukul 11.00 WIB. Dengan adanya beberapa aksi unjuk rasa dalam satu hari, aparat menyiapkan pola pengamanan di setiap titik agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan.
Keberadaan personel gabungan di lapangan diharapkan mampu mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus mengawal jalannya aksi agar berlangsung tertib sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur kepolisian dari berbagai satuan. Personel ditempatkan di lokasi-lokasi yang menjadi pusat kegiatan demonstrasi untuk mengawasi situasi sekaligus mengatur arus kendaraan apabila diperlukan.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain menyiapkan pengamanan terhadap jalannya demonstrasi, kepolisian juga mengantisipasi dampak aksi terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Petugas akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama jumlah massa yang hadir dalam aksi unjuk rasa.
Halaman Selanjutnya
Penerapan pengalihan arus tidak dilakukan secara permanen, melainkan disesuaikan dengan perkembangan situasi selama demonstrasi berlangsung. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi.

3 weeks ago
20
















