Jakarta, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,4 terjadi pada Sabtu, pukul 17.54.52 WIB di wilayah Simalungun, Sumatera Utara, tidak berpotensi tsunami.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo M6,4 pada kedalaman 168 km," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia menyebut, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,91° LU ; 98,93° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 11 km tenggara Simalungun.
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar geser turun.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap ), gempa bumi itu dirasakan dengan skala intensitas V MMI di Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahez Kota Limapuluh.
Sementara dengan skala IV MMI terasa di Raya, Simalungun; Panombeian Pane, Simalungun; Panei, Simalungun; Kota Pematangsiantar; Kota Pangururan
Hingga pukul 18.16.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.
Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. (Ant).
Sampaikan Duka atas Gempa NTT, Waka DPD RI Minta Seluruh Pihak Berkoordinasi dengan Baik
Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai meminta pemerintah pusat dan daerah berkoordinasi dengan baik dalam penanganan musibah gempa dahsyat yang melanda NTT.
VIVA.co.id
15 Agustus 2026

2 hours ago
1
















