Jakarta, VIVA – Dalam beberapa tahun terakhir, mobil listrik semakin populer di berbagai negara sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan.
Namun, tren positif ini kini menghadapi tantangan baru: kenaikan harga mobil listrik yang signifikan. Fenomena ini memengaruhi konsumen, produsen, dan pasar otomotif secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Booth Xpeng di IIMS 2026
Photo :
- VIVA/Muhammad Thoifur
Seperti pabrikan asal Tiongkok, XPeng, mengalami kenaikan signifikan di Indonesia mulai awal tahun 2026. Perubahan ini terjadi setelah insentif berupa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kendaraan listrik tidak lagi berlaku, sehingga konsumen kini harus membayar harga penuh tanpa diskon yang sebelumnya meringankan beban pembelian.
Sebelumnya, pembeli mobil listrik di Indonesia mendapatkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen, sehingga konsumen hanya membayar PPN sebesar 2 persen. Namun sejak Januari 2026, insentif ini dicabut dan tarif PPN kembali ke 12 persen. Akibatnya, harga kendaraan turut naik signifikan.
Menurut pernyataan VP Marketing XPeng Indonesia, Hari Arifianto, harga sejumlah model listrik meningkat akibat perubahan ini.
"Di website kita sudah memberikan informasi harga di tahun 2026 ini. Jadi kita sudah mengkalkulasikan imbas dari habisnya insentif yang untuk potongan PPN," kata Hari Arifianto dikutip VIVA Jum'at, 6 Maret 2026.
Model X9, sebuah MPV listrik premium, mencatat kenaikan harga sampai sekitar Rp100 juta dibanding harga sebelumnya yang sudah dipotong insentif. Sementara itu, varian SUV G6 mengalami lonjakan harga sekitar Rp70 juta.
Di situs resmi XPeng Indonesia, kini harga X9 dipatok mulai dari sekitar Rp1,169 miliar, sedangkan G6 kini dibanderol dari sekitar Rp679 juta. Kenaikan ini mencerminkan penyesuaian pajak dan biaya lain yang harus ditanggung konsumen tanpa dukungan insentif pemerintah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penyesuaian harga ini sudah diberlakukan sejak awal tahun, sejalan dengan berakhirnya kebijakan insentif sehingga produsen harus menyesuaikan kalkulasi harga jual agar tetap sesuai dengan struktur biaya.
Tanpa insentif, kenaikan harga mobil listrik menjadi perhatian sejumlah pihak di industri otomotif. Menurut laporan lain, keberlanjutan insentif terutama pembebasan PPN masih menjadi perdebatan antara produsen dan pemerintah, dengan beberapa pihak menilai insentif penting untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, produsen seperti XPeng tetap berupaya memperkuat penetrasi pasar melalui strategi lain, termasuk percepatan perakitan lokal di fasilitasnya di Purwakarta, Jawa Barat, yang merupakan pabrik XPeng pertama di luar China. Strategi produksi lokal ini diharapkan dapat membantu menekan biaya serta meningkatkan daya saing harga kendaraan listrik di pasar domestik.

10 hours ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334428/original/084075100_1756715756-asian-researcher-in-laboratory-from-back.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241580/original/053250100_1748995770-20250604_065635.jpg)