Jakarta, VIVA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto menuai berbagai tanggapan di masyarakat. Banyak masyarakat yang mendukung program tersebut, namun banyak pula yang mengkritisinya.
Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muhammad Natsir membantah anggapan yang menyebut program makan bergizi gratis (MBG) memangkas anggaran pendidikan. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto justru memprioritaskan pendidikan melalui pembangunan sekolah rakyat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"MBG tidak memutus akses pendidikan. Faktanya Presiden Prabowo telah membangun ratusan sekolah rakyat di seluruh wilayah Indonesia," ujar Natsir dalam diskusi yang digelar Jakarta Journalist Center, bertajuk "Outlook Ekonomi 2026: MBG Investasi Bangsa", dikutip Sabtu 7 Maret 2026.
Di masa depan, kata Natsir, perang bukan hanya angkat senjata. Yang paling nyata justru perang ideologis, yang mengintai anak-anak.
"Jadi MBG bukan sekedar memperbaiki gizi anak-anak tapi menjaga ketahanan bangsa," tegasnya.
Natsir menilai dampak program MBG justru mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah dengan sangat luar biasa. Banyak sektor ekonomi yang tumbuh karena program tersebut.
"Seperti di NTT, bahan MBG diambil dari hasil pertanian warga. Sehingga petani juga merasakan dampak positif dari MBG ini," katanya.
Natsir mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Hal ini cukup dimaklumi, lantaran program ini baru dijalankan selama kurang lebih setahun.
"Jadi jangan dibandingkan dengan negara maju yang sudah melakukan (MBG) puluhan tahun. Kita ini masih bisa dibilang baru seumur jagung," jelasnya.
Menurut Natsir, memang perlu evaluasi pelaksanaan program MBG, untuk meminimalisir peristiwa yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan cara memperketat pengawasan pelaksanaan MBG.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Yang penting sekarang pengawasan agar tak ada yang keracunan, bukan justru mendesak pemerintah berhentikan MBG," kata dia.
Selain Natsir, diskusi ini juga dihadiri oleh Presiden BEM Nusantara DKI Jakarta, Imran Ghifari dan Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah.
BGN Bilang Insentif Rp6 Juta Per Hari Diberikan Sama Rata ke SPPG buat Kualitas MBG
BGN menjelaskan insentif Rp6 juta per hari diberikan sama rata ke seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meningkatkan kualitas Program MBG.
VIVA.co.id
7 Maret 2026

7 hours ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334428/original/084075100_1756715756-asian-researcher-in-laboratory-from-back.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241580/original/053250100_1748995770-20250604_065635.jpg)