Pentingnya Air Bersih untuk Masa Depan Anak-Anak di Daerah Terpencil

2 hours ago 4

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:23 WIB

Jakarta, VIVA – Akses terhadap air bersih merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan manusia. Namun, bagi sebagian masyarakat di daerah terpencil Indonesia, terutama wilayah yang rentan kekeringan, ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. 

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada masa depan anak-anak yang tumbuh dan belajar di wilayah tersebut. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Air bersih memiliki peran krusial dalam menunjang kualitas hidup, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Ketersediaan air yang aman memungkinkan lingkungan belajar yang lebih sehat, mulai dari menjaga kebersihan diri hingga memastikan fasilitas sanitasi di sekolah dapat berfungsi dengan baik. 

Tanpa akses air bersih, risiko penyebaran penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan kesehatan lainnya dapat meningkat, yang pada akhirnya memengaruhi kehadiran dan konsentrasi siswa dalam belajar. 

Selain itu, air bersih juga berperan penting dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini, seperti mencuci tangan sebelum makan atau setelah beraktivitas. 

Kebiasaan sederhana ini memiliki dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang anak-anak. Dengan lingkungan yang lebih sehat, siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan optimal, sehingga peluang mereka untuk berkembang secara akademik maupun sosial menjadi lebih besar.

Tantangan ketersediaan air bersih masih sangat terasa di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Provinsi ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kekeringan yang tinggi. 

Bahkan, data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan bahwa kelangkaan air di Indonesia diperkirakan meningkat dari 6 persen pada 2020 menjadi 9,6 persen pada 2030. NTT sendiri tercatat sebagai provinsi terkering, dengan enam kabupaten mengalami kondisi darurat kekeringan pada 2023.

Kondisi tersebut berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sektor pendidikan. Banyak sekolah di wilayah terpencil harus menghadapi keterbatasan fasilitas dasar, termasuk akses air bersih. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, lingkungan sekolah yang memadai merupakan faktor penting dalam mendukung proses belajar yang efektif bagi anak-anak.

Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar di daerah terpencil. 

Halaman Selanjutnya

"Akses terhadap air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang kualitas hidup, kesehatan, dan masa depan anak-anak kita,” ujar Chen-Kang Tan, Vice President & Head of Motion, ABB di Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |