Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:50 WIB
Amerika Serikat, VIVA – Di tengah memanasnya situasi akibat serangan Amerika Serikat bersama Israel ke Iran, Presiden AS Donald Trump kembali terseret dalam polemik Epstein Files.
Pada Kamis waktu setempat, Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis dokumen FBI yang berisi ringkasan hasil wawancara dengan seorang perempuan. Dalam wawancara tersebut, perempuan yang identitasnya dirahasiakan itu melontarkan tuduhan terhadap Trump terkait dugaan pertemuan seksual di masa lalu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman AFP, Sabtu 7 Maret 2026, agen FBI itu diketahui mewawancarai perempuan tersebut sebanyak empat kali pada tahun 2019 lalu sebagai bagian dari penyelidikan terhadap tersangka pelaku perdagangan seks, Jeffrey Epstein. Sebelumnya, DOJ memang telah merilis catatan yang mengonfirmasi bahwa wawancara tersebut terjadi. Namun saat itu hanya satu ringkasan wawancara yang dipublikasikan, yakni ketika perempuan tersebut menuduh Epstein telah melecehkannya saat ia masih remaja.
Dokumen yang baru diungkap dan diunggah di situs resmi DOJ pada Kamis itu menunjukkan bahwa perempuan tersebut juga mengklaim Trump pernah mencoba memaksanya melakukan seks oral. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi setelah Epstein memperkenalkannya kepada Trump di New York atau New Jersey pada era 1980-an, saat usianya masih sekitar 13 hingga 15 tahun.
Menyusul dengan perilisan dokumen ini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas pertanyaan terkait pengungkapan dokumen tersebut. Media Politico yang pertama kali melaporkan kabar ini menyebutkan bahwa Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut tuduhan perempuan itu sebagai klaim yang sepenuhnya tidak berdasar dan tidak didukung bukti yang kredibel.
Departemen Kehakiman juga mengingatkan bahwa sebagian dokumen tersebut memuat klaim yang tidak benar dan sensasional yang diarahkan kepada Presiden Trump. Kantor berita Reuters menyatakan tidak dapat memverifikasi secara independen kebenaran tuduhan perempuan itu. Catatan FBI juga menunjukkan para agen berhenti berkomunikasi dengannya pada 2019.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Departemen Kehakiman menjelaskan melalui unggahan di platform media sosial X bahwa dokumen yang dirilis pada Kamis merupakan bagian dari 15 dokumen yang sebelumnya salah dikodekan sebagai duplikat, sehingga tidak sempat dipublikasikan.
Pengungkapan ini muncul di tengah sorotan dari Kongres terhadap cara Departemen Kehakiman menangani dokumen-dokumen terkait penyelidikan Epstein, yang seharusnya dipublikasikan kepada publik.
Halaman Selanjutnya
Sejumlah politisi Partai Demokrat menuduh pemerintahan Trump menyembunyikan dokumen yang berkaitan dengan Trump di Epstein File. Bahkan, sebuah komite di DPR AS telah menyetujui pemanggilan paksa Jaksa Agung Pam Bondi agar anggota parlemen dapat menanyainya mengenai penanganan pengungkapan dokumen tersebut.

7 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334428/original/084075100_1756715756-asian-researcher-in-laboratory-from-back.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241580/original/053250100_1748995770-20250604_065635.jpg)